/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 16:51 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seusai melantik Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2013 lalu. ((Twitter @/SBYudhoyono))

Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon membongkar terkait tanggapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat diminta untuk menurunkan foto Moeldoko yang terpajang di Museum Galeri dan Seni SBY ANI di Pacitan, Jawa Timur.

Bukannya mengabulkan permintaan kader, SBY justru mengatakan hal yang membuat para kadernya terkejut.

Awalnya, Jansen dan sejumlah kader Demokrat sengaja bertandang ke Museum SBY. Saat itu, Jansen menghentikan langkahnya karena melihat foto Moeldoko.

Foto Kepala Staf Kepresidenan itu langsung membuat para kader emosi, mengingat Moeldoko menjadi pihak yang mencoba mengambil alih Demokrat.

"Karena melihat di salah satu dinding terpasang foto ada wajah Moeldoko (salah satunya foto di bawah). Sontak saya dan beberapa teman tidak terima," cerita Jansen melalui akun Twitternya @jansen_jsp dikutip Jumat (23/6/2023).

Saat bertemu SBY di sore harinya, Jansen dan kader lainnya melaporkan hal tersebut sembari emosi. Mereka juga memberikan saran kepada SBY untuk menurunkan foto Moeldoko itu.

“Pak, mohon izin kenapa foto yang ada wajah Moeldoko itu tidak diturunkan saja, diganti dengan yang lain biar wajahnya tidak ada di Museum ini, penghianat dia itu pak, dan seterusnya...," kata Jansen mengulangi apa yang disampaikan pada saat itu.

SBY kemudian menjawabnya dengan tenang. Presiden RI Keenam ini justru tidak mempermasalahkan apabila foto Moeldoko terpajang di museum miliknya itu.

Suami almarhumah Ani Yudhoyono ini menerangkan kalau dirinya yang pernah melantik Moeldoko menjadi KSAD hingga Panglima TNI. Dalam arti lain, Moeldoko juga pernah menjadi bagian dari pemerintahan yang dipimpin SBY.

Baca Juga: Diajak Megawati Baikan 18 Tahun Lalu, SBY Cuma Menatap Langit-langit Istana

Lebih lanjut, SBY menyebut kalau museum yang ia bangun itu untuk mengenang sejarah perjalanan pemerintahannya. Menurutnya tidak mungkin kalau foto Moeldoko diturunkan begitu saja.

"Ini kan Museum terkait sejarah perjalanan pemerintahan itu, kan tidak mungkin wajah dia sama sekali tidak ada di Museum ini. Sejarah itu ya tetap sejarah tidak boleh kita hapuskan apapun kondisinya," terang SBY yang diucap ulang oleh Jansen.

"Biarlah yang dia lakukan sekarang menerima balasnya sendiri nanti. Termasuk tentu yang dia lakukan skrg ini sejarah yang juga harus kalian ingat selaku kaderkan dan seterusnya,” sambungnya.

Penjelasan SBY itu sontak membuat Jansen dan kader lainnya terdiam. Jansen menerangkan setidaknya ada dua foto Moeldoko yang terpasang di posisi yang begitu terhormat.

Kendati demikian, Jansen mengaku tidak akan pernah mau melihat foto Moeldoko apabila kembali berkunjung ke museum tersebut.

Di akhir penjelasannya, Jansen lantas mengajak Moeldoko untuk datang ke Museum SBY.

Load More