News / Internasional
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB
Iran tegaskan batas waktu AS tidak berarti saat meninjau proposal damai pasca konflik selat Hormuz.
Baca 10 detik
  • Iran menolak mematuhi batas waktu AS dalam merespon proposal perdamaian yang diajukan.

  • Marco Rubio mendesak jawaban segera, namun Teheran menganggap ultimatum tersebut tidak berarti.

  • Donald Trump memantau kemungkinan strategi Iran sengaja mengulur waktu usai konflik Hormuz.

Suara.com - Iran secara terbuka menolak tekanan waktu yang diberikan Amerika Serikat dalam menanggapi tawaran perdamaian guna mengakhiri eskalasi perang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan terburu-buru memberikan jawaban hanya untuk memenuhi ekspektasi Washington.

Dikutip dari FOX, sikap ini memicu dinamika baru di Timur Tengah karena Iran memilih untuk memprioritaskan kedaulatan waktu tinjauan daripada tunduk pada tuntutan eksternal.

Dari harga energi hingga nasib WNI di luar negeri, perang ini mulai membuahkan dampak nyata. Apa yang harus diantisipasi oleh masyarakat Indonesia?

Langkah ini diambil di tengah upaya global yang menantikan stabilitas regional menyusul serangkaian gesekan militer yang melibatkan kedua negara.

Iran memastikan bahwa keputusan akhir akan disampaikan hanya pada momen yang mereka anggap paling tepat secara strategis.

Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa Teheran saat ini masih mempelajari secara mendalam draf perdamaian yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.

"Kami harus mengetahui sesuatu hari ini. Maksud saya, kami mengharapkan tanggapan dari mereka," ujar Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada hari Jumat.

Kapal perang Amerika Serikan USS Miguel Keith (Dok. U.S Navy Photo via Wikipedia)

Rubio berharap respon tersebut dapat membawa kedua belah pihak ke dalam sebuah proses negosiasi yang jauh lebih serius.

Namun, Baghaei secara tegas membalas bahwa pihak Teheran sama sekali tidak akan menanggapi model komunikasi yang bersifat tuntutan.

Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu

Menurut laporan Middle East Eye, Baghaei menyatakan bahwa tenggat waktu atau ultimatum "tidak berarti apa-apa" bagi bangsa Iran.

Presiden Donald Trump ikut angkat bicara mengenai sikap Iran yang terkesan lambat dalam memberikan kepastian diplomatik.

Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa Amerika Serikat akan "segera mengetahui" apakah Iran sengaja mengulur waktu terkait respon mereka.

Ketidakpastian ini muncul saat situasi keamanan di perairan internasional masih berada dalam titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.

Diplomasi ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan Trump dalam mengelola ketegangan tanpa memicu konfrontasi fisik yang lebih luas.

Tawaran perdamaian ini menjadi krusial mengingat dampak ekonomi dan keamanan global yang dipertaruhkan di kawasan teluk tersebut.

Load More