Baru-baru ini seorang politisi senior PDIP, Panda Nababan, memberikan julukan kepada sosok putra sulung presiden Jokowi Gibran Rakabuming sebagai 'bocah ingusan' dan belum pantas maju Pilpres 2024.
Hal ini kemudian ditanggapi Gibran dengan santai. Dalam suatu wawancara, ia merasa berterima kasih kepada partai senior dan menganggap hal tersebut sebagai masukan.
"Terima kasih untuk masukannya semuanya, terutama untuk para senior partai" ungkapnya melalui dikutip melalui akun Twitter @Metrotv pada Jumat (30/6).
Saat ditanya apakah ia tersinggung dengan pernyataan tersebut, Gibran menanggapinya dengan santai dan menegaskan kembali bahwa dirinya tidak merasa tersinggung.
"Enggak, saya memang perlu banyak belajar, terima kasih" lanjutnya.
Namun rupanya, salah satu warganet mendukung akan sebutan 'bocah ingusan' yang disematkan pada Walikota Surakarta itu.
"Kamu memang masih ingusan kok. Masih banyak ilmu yang harus kamu timba untuk jadi seorang pemimpin negara. Ilmu ekonomi, fiskal, ketatanegaraan, ilmu wawasan nusantara, ilmu agama, sosiologi masyarakat, politik dan ilmu diplomasi internasional" tulis salah satu akun Twitter @pingak_ted47752 pada Jumat (30/6).
Hal ini ditanggapi suami Selvi Ananda itu dengan meminta maaf dan nampak terkesan santai.
"Ya pak, Maaf saya salah" tulis Gibran melalui akun Twitter pribadinya membalas komentar warganet tersebut.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Tak Bisa Menyangkal Perselingkuhannya dengan Syahnaz Sadiqah: Gue Akui Gue Salah
Warganet pun ramai-ramai mengomentari cuitan balasan Gibran itu dengan nada candaan dan malah menyindir si pengguna akun.
"Ada yang kurang pak, harus menguasai 4 elemen api, air, tanah dan angin hehe" tulis salah satu akun.
"Mohon maaf mas, itu anak habis imunisasi salah suntik" tulis warganet.
"Mas Gibran jangan sering-sering makan es krim, nanti jadi ingusan" tulis akun lain.
Berita Terkait
-
Baliho Gambar Jokowi-Prabowo Subianto Mulai Terpasang di Kota Gibran
-
Bertemu Gibran, Keluarga Alumni Ponpes Tebuireng Sampaikan Hal Penting
-
Deklarasikan Dukungan Ganjar Pranowo, KAPT Optimistis Sumbang 80 Persen Suara di Soloraya
-
Ucapkan Selamat Idul Adha, Denny Cagur Malah Dapat Sindiran Ini
-
Dianggap Putra Terbaik Bangsa, Gibran Masuk Bursa Cawapres Prabowo
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Padang Pariaman Gelar Pacu Kudo Usai Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Lokasinya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
180 Derajat dengan Tasya Farasya, Sikap Tasyi Athasyia Jadi Target 'Halo Kakak Spill Skincare'