- Seorang pedagang bernama Fanya melakukan aksi protes spontan di depan kantor Badan Gizi Nasional Jakarta, Rabu (10/6/2026).
- Fanya menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis karena dianggap tidak menjawab persoalan kenaikan biaya kebutuhan usaha pedagang kecil.
- Aksi tersebut diakhiri dengan Fanya bergabung bersama massa demonstran untuk menyuarakan penolakan terhadap program serta penyegelan kantor BGN.
Suara.com - Aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (10/6/2026), mendadak berubah riuh ketika seorang pengendara motor berhenti di tengah kerumunan dan meluapkan kemarahannya.
Bukan orator aksi, bukan pula peserta demonstrasi sejak awal. Perempuan bernama Fanya itu mengaku sebagai pedagang di kawasan Metro Tanah Abang.
Dengan suara lantang, ia menyuarakan kegelisahan yang menurutnya jauh lebih mendesak daripada program Makan Bergizi Gratis (MBG): biaya hidup dan biaya usaha yang terus naik.
Mengendarai motor berwarna hitam, Fanya menghentikan kendaraannya di dekat massa aksi. Tanpa ragu, ia langsung berteriak menyampaikan keluhannya.
“MBG! MBG! Mas Baligelo! Kerjaannye bikin ginian enggak penting. Udah makanan MBG enggak enak, bau tengik! Gue cuma butuh duit! Plastik mahal! Plastik mahal! Enggak butuh… enggak butuh MBG! Buang!” teriak Fanya di lokasi aksi.
Di tengah demonstrasi yang menyoroti program unggulan pemerintah tersebut, Fanya menilai persoalan utama yang dihadapi masyarakat kecil saat ini bukanlah soal makanan gratis, melainkan meningkatnya biaya kebutuhan usaha sehari-hari.
Ia bahkan mengajak peserta aksi untuk ikut menolak program MBG yang menurutnya tidak menjawab persoalan para pedagang kecil.
Saat ditanya mengenai pekerjaannya, Fanya mengaku sehari-hari berjualan di kawasan Metro Tanah Abang. Menurutnya, banyak pedagang saat ini justru dipusingkan oleh kenaikan harga bahan pendukung usaha, termasuk plastik kemasan.
“Orang Metro Tanah Abang pada pusing, plastik naik! Pada naik,” katanya.
Baca Juga: Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
Keluhan itu kemudian berujung pada seruan yang lebih keras. Fanya secara terbuka meminta agar program MBG dihentikan.
“Jadi kita harus turunkan MBG!” serunya.
Tak berhenti di situ, perempuan tersebut ikut membakar semangat massa aksi. Ia berteriak bersama peserta demonstrasi menyanyikan yel-yel yang menyasar BGN.
“Ayo ayo ayo segel BGN! Karena BGN tidak bergizi, buang-buang anggaran negara! Ayo ayo ayo segel BGN!” teriaknya bersama massa.
Beberapa saat kemudian, Fanya memarkir motornya, melepas helm, dan memilih bergabung dengan para demonstran. Ia berbaur dengan massa yang menyerukan penolakan terhadap BGN dan program MBG.
Aksi spontan pedagang Tanah Abang itu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam demonstrasi tersebut.
Reporter. Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda