News / Nasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:59 WIB
Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta. (Suara.com/Dinda)
Baca 10 detik
  • Seorang pedagang bernama Fanya melakukan aksi protes spontan di depan kantor Badan Gizi Nasional Jakarta, Rabu (10/6/2026).
  • Fanya menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis karena dianggap tidak menjawab persoalan kenaikan biaya kebutuhan usaha pedagang kecil.
  • Aksi tersebut diakhiri dengan Fanya bergabung bersama massa demonstran untuk menyuarakan penolakan terhadap program serta penyegelan kantor BGN.

Suara.com - Aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (10/6/2026), mendadak berubah riuh ketika seorang pengendara motor berhenti di tengah kerumunan dan meluapkan kemarahannya.

Bukan orator aksi, bukan pula peserta demonstrasi sejak awal. Perempuan bernama Fanya itu mengaku sebagai pedagang di kawasan Metro Tanah Abang.

Dengan suara lantang, ia menyuarakan kegelisahan yang menurutnya jauh lebih mendesak daripada program Makan Bergizi Gratis (MBG): biaya hidup dan biaya usaha yang terus naik.

Mengendarai motor berwarna hitam, Fanya menghentikan kendaraannya di dekat massa aksi. Tanpa ragu, ia langsung berteriak menyampaikan keluhannya.

“MBG! MBG! Mas Baligelo! Kerjaannye bikin ginian enggak penting. Udah makanan MBG enggak enak, bau tengik! Gue cuma butuh duit! Plastik mahal! Plastik mahal! Enggak butuh… enggak butuh MBG! Buang!” teriak Fanya di lokasi aksi.

Di tengah demonstrasi yang menyoroti program unggulan pemerintah tersebut, Fanya menilai persoalan utama yang dihadapi masyarakat kecil saat ini bukanlah soal makanan gratis, melainkan meningkatnya biaya kebutuhan usaha sehari-hari.

Ia bahkan mengajak peserta aksi untuk ikut menolak program MBG yang menurutnya tidak menjawab persoalan para pedagang kecil.

Potret dapur MBG (bgn.go.id)

Saat ditanya mengenai pekerjaannya, Fanya mengaku sehari-hari berjualan di kawasan Metro Tanah Abang. Menurutnya, banyak pedagang saat ini justru dipusingkan oleh kenaikan harga bahan pendukung usaha, termasuk plastik kemasan.

“Orang Metro Tanah Abang pada pusing, plastik naik! Pada naik,” katanya.

Baca Juga: Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk

Keluhan itu kemudian berujung pada seruan yang lebih keras. Fanya secara terbuka meminta agar program MBG dihentikan.

“Jadi kita harus turunkan MBG!” serunya.

Tak berhenti di situ, perempuan tersebut ikut membakar semangat massa aksi. Ia berteriak bersama peserta demonstrasi menyanyikan yel-yel yang menyasar BGN.

“Ayo ayo ayo segel BGN! Karena BGN tidak bergizi, buang-buang anggaran negara! Ayo ayo ayo segel BGN!” teriaknya bersama massa.

Beberapa saat kemudian, Fanya memarkir motornya, melepas helm, dan memilih bergabung dengan para demonstran. Ia berbaur dengan massa yang menyerukan penolakan terhadap BGN dan program MBG.

Aksi spontan pedagang Tanah Abang itu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam demonstrasi tersebut.

Reporter. Dinda Pramesti K

Load More