Beredar narasi yang mengklaim Pondok Pesantren Al Zaytun menjadi sarang teroris hingga anak buah Panji Gumilang ditangkap polisi.
Narasi itu dibagikan oleh kanal YouTube BENANG MERAH. Kanal ini mengunggah video dengan thumbnail yang memperlihatkan seolah-olah para anak buah Panji Gumilang diringkus polisi.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut.
"TEPAT SORE INI, ANAK BUAH PANJI GUMILANG DIT4NGKAP TENYATA ANGGOTA T3R0R15"
Sementara itu, berikut narasi dalam thumbnail video.
"DITANGKAP BERJAMAAH, TERNYATA PONPES AL ZAYTUN JADI TEMPAT PARA TERORIS"
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Klaim yang menyebutkan anak buah Panji Gumilang ditangkap polisi dan Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris itu tidak benar.
Baca Juga: Apa Itu Negara Kelas Menengah Atas? Status Ekonomi Indonesia Naik Derajat
Setelah ditelusuri, narator dalam video itu hanya membahas dugaan tindakan penistaan agama yang dilakukan Panji Gumilang.
Selain itu, video tersebut juga membahas banyaknya kontroversi yang terjadi di pondok pesantren itu, seperti bergabung dalam Negara Islam Indonesia (NII).
Namun, hingga akhir video tidak ada penjelasan yang menyatakan Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris dan anak buah Panji Gumilang diringkus polisi.
Foto yang ditampilkan pada thumbnail itu juga merupakan hasil editan.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka klaim yang menyatakan Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris dan anak buah Panji Gumilang ditangkap polisi adalah hoaks.
Narasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.
Berita Terkait
-
Diperiksa Bareskrim, Panji Gumilang hanya Bungkam dan Dadah serta Acungi Jempol ke Wartawan
-
Cek Fakta: Saddil Ramdani Ajukan Permohonan Pindah Warganegara dari WNI Jadi Malaysia?
-
CEK FAKTA: Beredar Video Syur Mirip Syahnaz Sadiqah 15 Detik, Jeje Govinda Langsung Gugat Cerai
-
Kedatangan Pimpinan Ponpes Al Zaytun ke Mabes Polri Sempat Ricuh, Panji Gumilang Cuma Acungi Jempol
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?