Assosiation Football Club (AFC) resmi memberikan hukuman dalam keributan yang terjadi pada laga final Sea Games 2023 antara Indonesia vs Thailand di Stadion Olympic Phnom Penh, Kamboja beberapa waktu lalu. Hukuman tersebut diberikan kepada sejumlah pemain dan staf timnas yang terlibat, baik dari Thailand maupun Indonesia.
Baku hantam itu pecah saat pertandingan puncak final Sea Games 2023 antara Indonesia vs Thailand pada Selasa (15/6/2023) lalu.
Menurut keterangan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, keributan tersebut bermula ketika salah satu pemain tim lawan melakukan selebrasi dan aksi provokasi ke bench tim Indonesia.
Alhasil keributan pun tak terelakan, namun tak lama aparat berhasil melerai keributan di pinggir lapangan saat itu. Rupanya tak sampai di situ, keributan kembali terjadi usai keberhasilan Irfan Jauhari mencetak gol pada menit ke-91.
Saat itu keributan di pinggir lapangan antara pemain Timnas Indonesia dan Thailand tak terelakan, bahkan beberapa staf yang hendak melerai malah terseret perkelahian tersebut.
Lantaran kejadian itu, AFC akhirnya menetapkan hukuman skorsing dan denda kepada pihak-pihak yang terlibat keributan. Melansir dari akun Twitter @Faktabola hukuman tersebut dibagi dalam beberapa kategori.
Dua pemain Timnas Indonesia yakni Titan Agung dan Komang Teguh, serta dua staff Tegar D dan Sahari G, dikenai hukuman skorsing selama 6 laga dan denda sebesar 1.000 USD atau sekitar Rp 15 juta. Sementara pemain timnas Taufany Muslihuddin dan salah satu staf Ahmad N hanya mendapat hukuman skorsing selama enam laga.
Satu pemain Timnas Thailand Soponwit Rakyart, serta tiga staffnya Prasobchoke C, Pattarawut W, Mayeid M, mendapat hukuman skorsing selama 6 laga dengan denda sebesar 1.000 USD atau Rp 15 juta. Sementara empat staff Timnas Thailand, Chayapipat S, Purachet T, Thirapak P, Bamrung B, hanya mendapat skorsing saja selama 6 laga.
Selain itu, Federasi sepakbola Thailand juga terkena imbas atas kejadian tersebut dengan dikenai hukuman denda sebesar 10.000 USD atau sekitar Rp 150 juta.
Menanggapi hal tersebut, warganet Indonesia malah salah fokus dengan pihak pemain dari Timnas Thailand yang terlibat dalam keributan tersebut hanya berjumlah satu pemain.
"Pemain Thailand cuma satu toh yang bikin keributan?" tanya warganet.
Sementara itu, netizen lainnya menulis jika denda yang diberikan AFC bakal menjadi pelajaran berharga bagi Tim Thailand.
"Oke, biar jadi pelajaran buat federasi Thailand. Kalau sini mah mana pernah mau belajar," tulis akun lain.
Tak hanya itu, netizen lainnya bahkan menulis jika sanksi denda ini akan membuat kas PSSI tambah minus.
"Aduh Makin puyeng Ketua PSSI, saldo kas minus jadinya ini," tulis akun lainnya.
Berita Terkait
-
3 Pemain Timnas Indonesia Ini Dilarang Bermain, Talenta Abroad Ini Bisa Jadi Ganti yang Sepadan
-
WADUH! Buntut Ribut-ribut Di Final Sea Games, 3 Pemain Timnas Indonesia Disanksi Larangan Bermain Oleh AFC
-
Komang Teguh, Titan Agung dan Taufany Muslihuddin Dihukum AFC Buntut Kericuhan Final SEA Games 2023
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Zodiak Ahmad Dhani? Ini Karakter dan Peruntungannya
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Kasa Tertinggal di Tubuh: Diskes Tulungagung Kawal Dugaan Malapraktik yang Kini Masuk Ranah Polisi
-
Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME, Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah