Eks pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli buka-bukaan mengenai masa lalunya yang begitu kelam. Alli kecil tidak bisa merasakan kebahasan seperti anak-anak kecil lainnya.
Cerita itu disampaikan ketika ia menjadi bintang tamu program televisi The Overlap. Ia bercerita kepada legenda Manchester United, Gary Neville pada saat itu.
Kisah Alli bermula dari sosok sang ibu kandung yang kecanduan minum alkohol. Menurutnya, sang ibu telah gagal mendidiknya.
Saat menginjak usia enam tahun, Alli pernah menjadi korban pelecehan seksual.
Pelakunya adalah teman dari ibu kandungnya sendiri yang sering main ke rumahnya.
"Pada usia enam tahun, saya dianiaya oleh teman ibu saya yang sering berada di rumah. Ibu saya seorang pecandu alkohol. Saya dikirim ke Afrika untuk belajar disiplin. Kemudian saya dikirim kembali,” kata Alli dikutip Jumat (14/7/2023).
Ketika berumur tujuh tahun, ia mengaku sudah mulai belajar merokok.
Kemudian, Alli juga pernah dipaksa menjadi kurir narkoba pada usia delapan tahun. Sebagai kurir, Alli menyembunyikan barang terlarangnya di dalam tas dan ditutupi dengan bola.
"(Usia) delapan tahun, saya mulai mengedarkan narkoba, menjual narkoba,” ucap Alli.
Baca Juga: Donghae, Eunhyuk, dan Kyuhyun Super Junior Tinggalkan SM Entertainment
"Seorang yang lebih tua mengatakan kepada saya bahwa mereka (petugas) tidak akan mencurigai seorang anak kecil, jadi saya akan berkeliling dengan sepak bola saya dan kemudian di bawahnya saya akan minum obat,” sambungnya.
Pengalaman pahit Alli tidak berhenti sampai disitu. Gelandang Besiktas tersebut juga pernah digantung di jembatan oleh seorang pria di usianya yang 11 tahun.
Sampai pada akhirnya Alli diadopsi oleh keluarga yang cukup berada. Sejak saat itu, ia mulai membuka jalan untuk mencapai cita-citanya menjadi pesepak bola.
“Dan sejak saat itu, saya diadopsi oleh keluarga yang luar biasa, saya tidak bisa meminta orang yang lebih baik untuk melakukan apa yang mereka lakukan. telah dilakukan untuk saya."
Berita Terkait
-
Dele Alli Ungkap Masa Kecilnya yang Kelam, Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual
-
Empat Santriwati di Kota Bogor Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Pimpinan Pondok
-
Kronologi Abidzar Al Ghifari Alami Pelecehan Seksual: Penonton di Luar Kendali
-
KPK Diterpa Polemik Korupsi hingga Asusila, Nurul Ghufron Akui Kebobolan: Kami Minta Maaf!
-
Duh! Seorang Siswi Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Sekolah Agama di Kota Semarang, Orang Tua Meradang
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Mutasi Besar-besaran Jajaran Polda Riau, Berikut PJU dan Kapolres yang Diganti
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
Pernah Mengguncang Tanah Bugis, Inilah Rahasia di Balik Tari Pajoge Angkong
-
HP Layar Gulung Samsung Makin Dekat, Galaxy Z Slide Disebut Meluncur 2028 Berukuran 10 Inci?
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Review In the Hand of Dante: Sebuah Refleksi tentang Seni dan Kehilangan
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026
-
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya