/
Senin, 17 Juli 2023 | 14:16 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). ([Antara/HO-Biro Pers Setpres])

Pakar ekonomi Rizal Ramli kembali mengkritik pedas Presiden Joko Widodo. Kali ini, kritikan yang dilayangkan ke Presiden Jokowi itu terkait nasib petani di Indonesia.

Melalui akun Twitternya, Rizal Ramli membagikan poster bergambar Presiden Jokowi yang memakai caping. Dalam poster itu, tertuang narasi kehidupan petani yang semakin sulit karena kebijakan subsidi pupuk dicabut hingga impor beras.

Rizal Ramli pun menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang 'sok' pro petani. Bahkan ia menuding Jokowi yang hobi selfie bersama petani, seolah-seolah memperhatikan kesejahteraan petani.

Namun nyatanya, kata Rizal Ramli, kebijakan yang diambil Presiden Jokowi justru dinilai merugikan petani di Tanah Air.

"Situ pemimpin sok pro-petani, selfie-selfie bolak-balik seolah pro-petani, tapi kebijakan-kebijakan sampeyan sebaliknya: pro-impor dan pro-importir-kuota!" sentil @RamliRizal di Twitter pada Kamis (13/7/2023).

Terakhir, mantan menteri di era Gus Dur ini pun bertanya mengapa Presiden Jokowi tega membuat petani di Indonesia semakin miskin.

"Sampeyan kok tega, bikin petani Indonesia semakin miskin? Kejam," pungkas Rizal Ramli.

Sindiran menohok Rizal Ramli untuk Presiden Jokowi itu menuai sorotan warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 95 ribu kali dan mendapatkan ribuan tanda suka.

Kolom komentar Rizal Ramli juga dibanjiri dengan beragam komentar. Mulai dari banyak yang setuju dengan pendapat Rizal Ramli dan curhat mengenai kondisi petani, hingga ada juga yang balas melayangkan kritik kepada Rizal Ramli atas opininya.

Baca Juga: Masih Bikin Penasaran, Begini Rilis Resmi Persib Perihal Perpisahan Luis Milla

"Pak Rizal Ramli sepertinya sudah gregetan sampai ke ubun-ubun. Kritik-kritik tajam udah sering diluncurkan. Semoga niat njenengan dan keberpihakan njenengan kepada rakyat (menengah ke bawah) khususnya, jadi amal ibadah nggih Pak. Amin," dukung warganet.

"Ketika dendam dianggap kepuasan dan balas budi kepada petani dianggap beban, jangan berharap banyak hajat hidup petani dipenuhi dan sila kelima Pancasila ditegakkan," tulis warganet.

"Beneran pak, saudara saya petani di Jateng bahkan sekarang jarang banget megang uang. Pupuk mahal dan langka, panen dhargai murah. Gimana bisa nyekolahin anak. Nangis petani-petani. Jahat banget mereka itu," curhat warganet.

"Kami para petani mau beli pupuk subsidi di kios kelompok tani aja di batasi, di jatah padahal beli. Karena kebutuhan pupuk dari kios tidak memadai akhirnya mau tidak mau ya beli pupuk non subsidi yang harganya mahal. Sangat memprihatinkan," tambah yang lain.

"Boleh nanya? Serius gue nanya sama elu yang katanya Prof Rizal Ramli, apa situ bisa kerja? Jadi menteri aja gak becusss," sentil warganet.

Load More