/
Minggu, 23 Juli 2023 | 12:24 WIB
Indra Sjafri. ([ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja])

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, telah membagikan kabar terbaru tentang pemain yang terpilih untuk bergabung dalam Training Center (TC) timnas Indonesia U-17. 

Menurut Indra, pemain yang tidak terpilih dalam seleksi ini sebaiknya mendapat binaan dari klub-klub Liga 1, sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi mereka dan memberikan kontribusi pada kompetisi Liga 1.

Dalam rangkaian seleksi yang diadakan di enam kota, tim hanya berhasil mendapatkan 17 pemain, dan meski dibandingkan dengan tim yang ber-TC di Jakarta, kualitasnya belum cukup memuaskan. 

Indra berkeinginan untuk membantu pemain yang gagal lolos ke timnas U-17 dengan membina mereka melalui klub Liga 1 yang memiliki program Enviromental Performance Assessment (EPA) U-16 dan U-18.

“Dari enam kota, hanya 17 pemain yang kami dapat. Itu juga setelah kami bandingkan dengan tim yang di TC Jakarta, kualitasnya belum cukup. Tapi saya sebagai Dirtek saat ini mau pemain yang tidak lolos di timnas U-17 untuk dibina lebih lanjut ke Klub Liga 1 yang punya EPA U-16 dan U-18,” ujar Indra.

Indra menyampaikan keprihatinannya tentang pemain yang tidak lolos seleksi dan kembali ke daerah asal mereka. Dia menilai mereka mungkin tidak akan mendapatkan dukungan dan pembinaan yang memadai dalam permainan sepak bola. 

Oleh karena itu, Indra menyarankan agar pemain tersebut dialihkan ke klub Liga 1, yang memiliki akademi dan kewajiban untuk membina pemain usia 14, 16, 18, dan 20 tahun.

Pilihan klub akan didasarkan pada daerah terdekat dari asal pemain, sehingga mereka masih bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lebih terstruktur dan profesional. 

Dengan cara ini, Indra berharap para pemain muda ini akan tetap mendapatkan pembinaan yang baik dan memiliki kesempatan untuk berkembang dalam karier sepakbola mereka.

Baca Juga: Heboh Etika Keisya Levronka, Sang Ibu Klarifikasi Soal Pernyataan Akun yang Ngaku Sebagai Humas Anaknya

Sebagai informasi, Indonesia U-17 menetapkan standar tinggi selama proses seleksi di 12 kota, termasuk standar postur tubuh. Untuk posisi penjaga gawang, bek tengah, dan striker, tinggi badan minimal adalah di atas 178 cm. 

Tetapi untuk posisi lain, pemain dengan kualitas dan kemampuan yang baik masih bisa dipilih meski tinggi badannya tidak memenuhi standar.

Seleksi ini berfokus pada kemampuan taktikal individu. Selain itu, aspek lain yang dinilai adalah Kemampuan dasar dan kemampuan taktikal kelompok, serta pemahaman tentang strategi tim secara keseluruhan. 

Pemain yang tidak memenuhi standar tersebut tidak akan lolos seleksi dan tidak akan bergabung dalam TC timnas U-17 Indonesia.

Setelah seleksi, pemain juga akan menjalani tes fisik yang dipimpin oleh Coach Bima. Salah satu aspek yang diukur adalah kapasitas oksigen tubuh atau Vo2Max, yang harus mencapai tingkat tertentu (di atas 60) sesuai dengan standar Coach Bima.

Seleksi ini dilakukan oleh timnas Indonesia U-17 sebagai bagian dari persiapan mereka untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2023, yang direncanakan berlangsung dari 10 November hingga 2 Desember 2023.

Load More