Palung Mariana adalah palung samudera terdalam di Bumi dan rumah bagi dua titik terendah di planet ini. Namun apakah sudah dijelajahi sampai sej? Ada apa di dalam Palung Mariana ini?
Palung berbentuk bulan sabit berada di Pasifik Barat, tepat di sebelah timur Kepulauan Mariana dekat Guam.
Wilayah di sekitar palung ini patut diperhatikan karena banyak lingkungan unik, termasuk ventilasi yang mengeluarkan belerang cair dan karbon dioksida, gunung lumpur aktif, dan kehidupan laut yang beradaptasi dengan tekanan 1.000 kali lipat dari permukaan laut.
The Challenger Deep, di ujung selatan Palung Mariana, adalah tempat terdalam di lautan. Kedalamannya sulit diukur dari permukaan, tetapi pada tahun 2010, National Oceanic and Atmospheric Administration menggunakan pulsa suara yang dikirim melalui lautan dan menetapkan Challenger Deep d pada 36.070 kaki (10.994 meter).
Perkiraan tahun 2021 menggunakan sensor tekanan menemukan tempat terdalam di Challenger Deep adalah 35.876 kaki (10.935 m). Perkiraan modern lainnya bervariasi kurang dari 1.000 kaki (305 m).
Tempat terdalam kedua samudra juga ada di Palung Mariana. Sirena Deep, yang terletak 124 mil (200 kilometer) di sebelah timur Challenger Deep, memiliki kedalaman 35.462 kaki (10.809 m) seperti tim Suara.com lansir dari Livescience, Senin (24/7/2023).
Sebagai perbandingan, Gunung Everest berada pada ketinggian 29.026 kaki (8.848 m) di atas permukaan laut, yang berarti bagian terdalam Palung Mariana 7.044 kaki (2.147 m) lebih dalam dari tinggi Everest. Lalu apa saja isi Palung Mariana?
Ada Apa di Dalam Palung Mariana?
Ekspedisi ilmiah baru-baru ini telah menemukan kehidupan yang sangat beragam. Hewan yang hidup di bagian terdalam Palung Mariana bertahan hidup dalam kegelapan total dan tekanan ekstrem, kata Natasha Gallo, seorang mahasiswa doktoral di Scripps Institution of Oceanography yang telah mempelajari rekaman video dari ekspedisi pembuat film James Cameron tahun 2012 ke dalam palung.
Baca Juga: Seberapa Dalam Palung Mariana, Cek Fakta Menariknya!
Makanan di Palung Mariana sangat terbatas karena ngarai yang dalam jauh dari daratan. Beberapa mikroba bergantung pada bahan kimia, seperti metana atau belerang, sementara makhluk lain melahap kehidupan laut yang berada di bawah mereka dalam rantai makanan.
Tiga organisme paling umum di dasar Palung Mariana adalah xenophyophores, amphipoda, dan teripang kecil (holothurians). Xenophyophores bersel tunggal menyerupai amuba raksasa, dan mereka makan dengan mengelilingi dan menyerap makanan mereka.
Amphipod adalah pemakan bangkai seperti udang yang biasanya ditemukan di palung laut dalam; bagaimana mereka bertahan hidup di sana masih menjadi misteri karena cangkang amphipoda mudah larut dalam tekanan tinggi Palung Mariana.
Namun pada tahun 2019, peneliti Jepang menemukan bahwa setidaknya satu spesies penghuni Palung Mariana menggunakan aluminium, yang diekstraksi dari air laut, untuk menopang cangkangnya.
Selama ekspedisi Cameron tahun 2012, para ilmuwan juga melihat tikar mikroba di Sirena Deep, zona timur Challenger Deep. Gumpalan mikroba ini memakan hidrogen dan metana yang dilepaskan oleh reaksi kimia antara air laut dan bebatuan.
Salah satu predator teratas di kawasan ini adalah ikan. Pada tahun 2017, para ilmuwan melaporkan bahwa mereka telah mengumpulkan spesimen makhluk yang tidak biasa, yang disebut ikan siput Mariana, yang hidup di kedalaman sekitar 26.200 kaki (8.000 m).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena