Mahasiswa jurusan Sastra Rusia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI), Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23) menusuk adik tingkatnya, MNZ di kamar kos hingga meninggal dunia pada Rabu (4/8/2023).
Dari pengakuannya, AAB menyebut kalau MNZ sempat melakukan perlawanan. Ia mengaku membiarkan korban memberikan perlawan dan menyerang balik dirinya.
"Saya kasih kesempatan buat korban untuk bunuh saya juga. Biar saya enggak ada disini (dunia) lagi," kata AAB saat dirilis di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2023).
MNZ sempat melakukan perlawanan ketika ditusuk pertama kalinya oleh AAB. MNZ disebut sempat menggigit tangan AAB hingga cincin pelaku masuk ke kerongkongan korban.
Saat digigit, AAB berupaya memasukan tangannya ke mulut MNZ.
Setelah itu, ia malah membabi buta menusuk pria berusia 19 tahun itu hingga 10 kali.
"Saya gak ngitung, karena korban sempat ngelawan dan saya sudah kasih kesempatan korban buat ngelawan, biar melawan saya. Biar hari itu selesai semua," tutur AAB.
MNZ akhirnya meregang nyawa di tangan AAB. Mengetahui MNZ sudah tewas, AAB langsung membungkus jasad korban dengan plastik sampah hitam hingga dua lapis.
Kemudian, AAB menyimpan jasad korban di bawah tempat tidur korban.
Baca Juga: MercedesTrophy Indonesia Final edisi ke-27 Rampung Digelar, Juara Bakal Tanding di Stuttgart, Jerman
AAB mengaku nekat membunuh MNZ karena terlilit utang.
Dari hasil pemeriksaan polisi, AAB mengaku rugi setelah berinvestasi kripto.
"(Total) Rp 80 juta (rugi), pelaku ini bermain kripto," kata Wakasatreskrim Polres Depok, AKP Nirwan Pohan saat konferensi pers di Mapolresta Depok, Sabtu (5/8/2023).
Karena menelan kerugian dengan nominal yang besar, AAB lantas berusaha mencari uang dengan meminjam di aplikasi pinjaman online alias pinjol sebesar Rp 15 juta.
AAB juga mengaku sempat meminjam uang ke MNZ sebesar Rp 200 ribu dan sudah dikembalikan.
Akibat perbuatannya, AAB dikenakan pasal 340 dan/atau pasal 338 dan/atau pasal 365 KUHP.
Berita Terkait
-
Nekat Bunuh Adik Tingkat Demi Harta, Ternyata Segini Total Utang Mahasiswa UI
-
Rangkaian Aksi Keji Mahasiswa UI Bunuh Junior: Tikam Dada, Simpan Jasad Pakai Plastik
-
Profil Mahasiswa UI Pembunuh Adik Tingkat: Aktif Organisasi, Pernah Juara Karate
-
Mahasiswa UI Habisi Nyawa Adik Tingkat karena Iri, Ngaku Terinspirasi Film Narcos
-
Mahasiswa UI sampai Tega Bunuh Adik Tingkat, Simak Hukum Pakai Pinjol Menurut Habib Jafar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit