Mahasiswa FIB UI berinisial AAB (23) yang tega menghabisi nyawa adik tingkatnya, MNZ (19) mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari cerita sebuah film.
Pelaku pembunuhan tersebut mengaku belajar membunuh dari Film Narcos.
"Saya belajar dari film Narcos," kata pelaku.
Ia mengaku bahwa korban sempat melakukan perlawanan. Menurutnya, ia sendiri memberikan kesempatan supaya juniornya itu melawan dan membunuhnya.
"Korban sempat melawan, dan saya memberikan kesempatan kepada korban untuk melawan saya. biar hari itu selesai semua di hari yang sama. Saya memberikan kesempatan kepada korban untuk membunuh saya juga biar saya tidak ada disini lagi," kata pelaku.
Mahasiswa UI itu ternyata juga telah menyiapkan pisau untuk membunuh korban saat korban pulang dari kampung halamannya menuju kos.
"Pisau sudah saya sediakan saat dia pulang dari kampungnya ke kostan. Saya memiliki hutang 15 juta kepada teman-teman dan pinjol, totalnya mencapai 80 juta," kata Altafasalya.
"Saya sudah putus harapan tidak menemukan jalan yang terang untuk menyelesaikan masalah saya sendiri dengan berbagaai cara-cara sampai cara terakhir ini merugikan banyak orang," tambahnya.
Pelaku Iri dengan Kesuksesan Korban
Polisi menangkap AAB (23), pelaku pembunuhan Mahasiswa UI berinisial MNZ (19). Korban dan pelaku saling kenal.
AAB diketahui merupakan senior dari MNZ--mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).
Mayat MNZ ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik di salah satu rumah kos kawasan Kukusan, Beji, Kota Depok.
Wakil Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan, jasad korban ditemukan pada Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.
Nirwan menerangkan, diduga AAB membunuh juniornya itu pada pada Rabu (2/8) sekitar magrib. Pelaku saat ini masih diperiksa penyidik.
"Korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal. (Pelaku) lagi pemeriksaan intensif, di TKP juga ada barang-barang yang diambil pelaku," ujar Nirwan, Jumat (4/8).
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita senjata tajam (sajam) berupa pisau lipat yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban.
"Alat yang digunakan untuk menghabisi pelaku sudah kita amankan, pisau lipat lumayan baguslah pisaunya," ucapnya.
Kepada polisi, AAB mengaku motifnya tega menghabisi nyawa MNZ karena terlilit tagihan kos dan utang pinjaman online (pinjol).
Di samping itu, AAB juga disebutkan iri dengan korban. Lantaran lebih kaya ketimbang dirinya.
"Pelaku iri dengan kesuksesan korban dan terlilit bayar kosan serta pinjol," Nirwan menerangkan.
Usai membunuh juniornya, pelaku mengambil barang-barang milik korban. Seperti laptop Macbook hingga dompet.
Namun, polisi belum menjelaskan apakah barang korban sudah dijual pelaku atau belum.
Berita Terkait
-
Mahasiswa UI sampai Tega Bunuh Adik Tingkat, Simak Hukum Pakai Pinjol Menurut Habib Jafar
-
Habisi Mahasiswa UI, Pelaku Belajar Dari YouTube Cara Membunuh Yang Cepat
-
Sampai Bikin Mahasiswa UI Bunuh Junior, Begini Hukum Pakai Pinjol dan Paylater Menurut Habib Jafar, Ngeri!
-
Terlilit Utang Pinjol Sekaligus Iri, Mahasiswa UI Tega Bunuh Adik Kelasnya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
CEK FAKTA: Tautan Daftar Mudik Gratis PLN 2026 Beredar, Asli atau Penipuan?
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah