Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Indra Sjafri dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan keuputan keputusan sembilan pesepak bola muda Tanah Air yang mengikuti pendidikan kepolisian.
Salah satu dari sembilan pemain timnas tersebut adalah Muhammad Ferarri.
“Ya saya memang susah ya (menahan), maksudnya begini, ini kan dia mengambil sikap untuk main masuk Polri ini kan antisipasi dia untuk masa depan. Saya mohon maaf kurang setuju sebenarnya kalau pemain profesional,” kata Indra usai acara penandatangan kerja sama antara Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Pelatih 60 tahun itu mengatakan berkarier di dunia sepak bola merupakan pilihan karier yang tepat asalkan ditekuni dengan sungguh-sungguh.
Ia kemudian mencontohkan dirinya yang dahulu memilih berhenti bekerja dari PT Pos Indonesia untuk fokus menjadi pelatih timnas usia muda.
“Saya saja berhenti dari PT Pos. Apalagi kurangnya industri sepak bola? Asal kita memang konsentrasi di sepak bola, benar-benar kerja keras, tidak ada keraguan sebenarnya,” ungkap Indra.
Pelatih Timnas U-22 itu kemudian berpesan kepada seluruh pesepak bola muda Indonesia untuk tidak takut meniti karier dalam dunia sepak bola.
“Saya sebagai orang yang bergerak di profesional sepak bola, jangan ada ketakutan lah untuk pemain-pemain benar-benar yang konsentrasi di sepak bola," katanya.
Terkait nasib kesembilan pemain muda tersebut setelah masuk kepolisian ke depannya, Indra enggan berbicara lebih jauh.
Baca Juga: 8 Tips Memasak Pare agar Warnanya Tetap Hijau, Ternyata Gampang Banget
“Itu yang saya tidak tahu nanti gimana setelah dia masuk polisi nanti bagaimana dia kariernya. Cuman pengalaman saya, saya nggak bisa memerankan dua karier, makannya saya berhenti di PT Pos, nggak mungkin,” tutupnya.
Kesembilan pemain yang terdiri dari Muhammad Ferarri dari Persija Jakarta (20 tahun), Kakang Rudianto dari Persib Bandung (20 tahun), Ginanjar Wahyu dari Arema FC (19 tahun), Frengky Missa dari Persikabo 1973 (19 tahun), Ananda Raehan dari PSM Makassar (19 tahun).
Kemudian Dimas Juliono dan Faiz Maulana dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC (keduanya 19 tahun), Rabbani Tasnim dari RANS Nusantara FC (20 tahun), dan Daffa Fasya dan Borneo FC Samarinda (19 tahun).
Mereka akan absen selama kurang lebih lima bulan membela klubnya dan tim nasional jika mendapat panggilan akibat mengikuti pendidikan polisi. (Antara)
Berita Terkait
-
Kontras dengan Ferarri, Dony Tri Pamungkas Ungkap Alasan Tolak Jadi Polisi
-
Ogah Ikuti Ferarri, Rio Fahmi Tolak Tawaran Jadi Polisi: Hormati Kontrak di Persija
-
Persija Izinkan Muhammad Ferarri Ikut Pendidikan Polisi, Mohamad Prapanca: Mereka Paham Efeknya
-
Dilanda Krisis Pemain, Ferarri Malah Tinggalkan Persija Demi Jadi Polisi, Thomas Doll Tak Senang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung