Pada tanggal 14 Agustus lalu, Timnas Indonesia mendapatkan surat resmi dari Assosiation Football Club (AFC) mengenai larangan enam pertandingan bagi dua pemain Timnas Indonesia, yakni Komang Teguh dan Titan Agung. Namun manajer timnas mengaku kaget akan pemberian surat tersebut.
Diketahui, Komang Teguh dan Titan Agung masih menjalani hukuman atas keterlibatan keduanya di laga final Sea Games 2023 pada Juni lalu antara Indonesia melawan Thailand. Usai pertandingan selesai, AFC memberikan hukuman larangan bermain di enam pertandingan dan denda sebesar Rp 15 juta.
Namun, meski masih mendapatkan sanksi, keduanya dipilih ke dalam daftar pemain timnas yang akan berlaga di Piala AFF U-23.
Menyusul hal tersebut, Manajer Timnas Indonesia Endri Erawan mengungkapkan keterkejutannya akan surat yang datang dari AFC itu. AFC mengingatkan akan suspend kedua pemain timnas tersebut.
"Yang jadi masalah dua orang ini, Titan dan Komang. Kita juga kaget tiba-tiba tanggal 14 itu dapat surat dari AFC, mengingatkan kita suspend dari pemain kita," kata Endri Erawan, dikutip melalui akun Twitter @FaktaSepakbola.
Atas pernyataan dalam surat tersebut, otomatis Titan Agung dan Komang Teguh tidak dapat bermain di laga AFF 2023 mendatang.
Kabar tersebut lantas mendapat banyak sorotan dari pecinta sepakbola di Twitter. Tak jarang mereka heran dengan respon kaget yang diungkapkan manajer Timnas Indonesia itu.
"Kok kaget sih, aneh. Kan emang disanksi masih aja dipanggil, kaya nggak ada pemain lain aja," tulis warganet.
"Katanya sih paling ngerti bola, tapi kok peraturan gini aja ngga ngerti," tulis akun lain.
Adapun warganet yang berasumsi lain.
"Kenapa masih tetep dipanggil, ya biar kehitung hukumannya. Kalau nggak dipanggil ya masih kena hukuman 6 pertandingan," tulis akun lainnya.
Kontributor: Ayuni Sarah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak