Manuver Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) 2024 mengecewakan sejumlah pihak, dari politisi partainya hingga aktivis '98.
Salah satu anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus merespons negatif manuver politik Budiman Sudjatmiko. Dalam video yang diunggahnya, Deddy Sitorus mengatakan bahwa Budiman yang dahulunya aktivis sekarang beralih menjadi 'ahli kosmetik' yang tugasnya mempercantik muka calon yang dia dukung.
"Hebat, luar biasa, jadi sekarang Budiman yang aktivis berubah menjadi 'ahli kosmetik', 'ahli oplas' yang tugasnya membedaki muka calon yang dia dukung supaya terlihat kinclong dan bagus di mata masyarakat," ungkap Deddy melalui akun TikTok pribadinya @deddyyevrisitorus.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal Budiman yang dicapnya seperti deterjen.
"Satu lagi tugasnya apa? Jadi deterjen untuk membersihkan rekam jejak, pelanggaran ham, dan masa lalu yang terus membebani calon yang dia dukung," imbuhnya
Deddy juga mengungkapkan, sosok Budiman yang disebutnya bermasalah di bidang keuangan. Bahkan, Deddy mengklaim bertahun-tahun PDIP membantu utang-utang yang dimiliki Budiman.
"Kita tahu siapa anda anda punya banyak masalah bidang keuangan anda punya ambisi padahal bertahun-tahun kita banyak mengurusi anda, sekjen langsung. Hutang-hutang anda kita beresin yang begitu besar, miliaran, tapi ya ternyata tidak ada artinya buat anda," ungkapnya.
Selain itu, ia mengemukakan adanya informasi yang sampai kepadanya bahwa Ketua Prabu atau relawan pemenangan Prabowo mendapat proyek sebesar Rp 200 miliar.
"Dan kami dengar kabar-kabarnya nih katanya Ketua Prabu itu dapat proyek dari kemenhan Rp 200 miliar, betul nggak itu?" ujarnya.
Baca Juga: Sama Seperti Sandiaga Ogah Dukung Prabowo, Gerindra: Kita Tak Bisa Cegah Dukungan Budiman Sudjatmiko
Meski begitu, dia memberikan doa agar apa yang diinginkan Budiman tercapai yakni sebagai menteri atau wakil presiden. Tetapi harus mundur agar terlihat etis.
"Semoga anda berhasil semoga, jadi menteri atau wakil presiden. Tapi mundur yah biar etis, biar jantan, dan satria," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan