Sebanyak lima pemain hasil seleksi dari 12 kota yang digelar PSSI terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional U-17.
Diketahui, PSSI mengadakan seleksi di 12 kota yakni Bandung, Palembang, Bali, Tangerang, Samarinda, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Medan, Surabaya, Manado, dan Makassar. Dari proses seleksi itu terpilih 42 pemain ditambah delapan pemain hasil seleksi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kemudian ke-50 pemain itu mengikuti proses seleksi lanjutan selama tiga hari, yakni 15 sampai 17 Agustus di Lapangan A Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses seleksi itu dipimpin oleh pelatih timnas U-17 Bima Sakti. Pelatih Bima didampingi pula oleh Direktur Teknik Indra Sjafri serta konsultan pelatih Frank Wormuth, dan segenap staf timnas U-17 lainnya.
"Setelah melihat kemampuan pemain-pemain dari 12 kota, lalu terpilih 42 pemain dan ditambah delapan pemain dari seleksi Kemenpora jadi total 50 pemain untuk mengikuti seleksi nasional di Jakarta. Setelah itu, tim pelatih tim U-17 yang dipimpin pelatih Bima Sakti memilih lima pemain. Keputusan ini juga melibatkan konsultan pelatih, Frank Wormuth," kata Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Kelima pemain itu terdiri dari kiper, pemain belakang, gelandang, pemain sayap, dan penyerang. Mereka berlima dinyatakan memiliki kriteria yang diharapkan tim pelatih, dan saat ini sudah bergabung dengan timnas U-17 yang berlatih di Jakarta.
"Kami berharap mereka dapat beradaptasi dan mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya," tambah Indra.
Timnas U-17 sedang dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-17, yang akan dimainkan di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Solo, pada 10 November sampai 2 Desember mendatang.
Berikut lima pemain hasil seleksi 12 kota yang terpilih mengikuti pemusatan latihan timnas U-17:
Baca Juga: AMMTC Di Labuan Bajo Resmi Ditutup, Hasilkan 16 Dokumen Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara
1. I Wayan Arta Wiguna (kiper)
Klub : Bali United
2. Rionaldi Mehran (Bek Kiri)
Klub : Academy Persib Cimahi
3. Maouri Ananda Yves (Gelandang serang)
Klub : Bali United
Berita Terkait
-
Korea Selatan U-17 Resmi Umumkan Skuad Hadapi Timnas Indonesia U-17, Pemain Jebolan Piala Asia U-17 Mendominasi
-
Profil Maouri Ananda Yves, Pemain Keturunan Prancis yang Lolos Seleksi Timnas Indonesia U-17
-
Daftar 5 Pemain yang Lolos Seleksi Timnas Indonesia U-17 Hasil Penyaringan di 12 Kota
-
Korea Selatan Konfirmasi Lawan Timnas Indonesia U-17 di Jakarta
-
Satu Pemain Keturunan Lolos Seleksi Terbaru Timnas Indonesia U-17, Siapa Dia?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya