/
Jum'at, 25 Agustus 2023 | 18:04 WIB
Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko hadir di acara PSI di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023). ((Suara.com/Novian))

Budiman Sudjatmiko ternyata pernah dipanggil ke Istana untuk diminta jadi Menteri Desa. Namun, kursi menteri itu tak kunjung disinggahi Budiman hingga resmi dipecat dari PDI Perjuangan. 

Awalnya Budiman bercerita kalau dirinya dipanggil Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pada 2014, atau tepatnya ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi perdana membentuk kabinet. Kala itu, Pratikno menyampaikan kepada Budiman kalau dirinya lah yang pantas menjadi Menteri Desa.

"Mas Budiman, Pak Jokowi, Kementerian Desa itu sebetulnya kementerian untuk sampean," kata Budiman meniru ucapan Pratikno dikutip Jumat (25/8/2023). 

Akan tetapi, kursi Menteri Desa tidak diberikan kepada Budiman saat itu dengan alasan adanya dinamika politik. 

"It's oke nggak ada masalah," tuturnya.

Kemudian, Budiman dipanggil Jokowi pada 2015 dengan tujuan yang sama yakni membicarakan soal kursi Menteri Desa. Namun, Kepala Negara menyebut ada dinamika politik yang menyebabkan kursi menteri harus diserahkan ke pihak lain 

"2015 saya dipanggil ke Istana, Pak Jokowi bilang kita ingin Menteri Desa Mas Budiman, tapi rupanya ada dinamika politik yang lain-lain, oke," ungkapnya.

Sebenarnya, Jokowi mengajak Budiman membicarakan hal tersebut dalam beberapa kesempatan di 2015. Namun yang disampaikan pun masih sama.

"Akhirnya saya bilang Pak saya berkali-kali dipanggil cuma untuk berbicara saya sebenarnya berniat ingin memberikan Kementerian Desa ke Pak Budiman tapi dinamika politik," tuturnya.

Baca Juga: Link Live Streaming FIBA World Cup 2023, Lengkap dengan Jadwal Terbaru

Sampai pada akhirnya, aktivis 1998 itu menyatakan kepada Jokowi kalau dirinya belum merasa pantas untuk menjadi menteri. Lagipula ia meyakini bahwa perjuangannya untuk desa masih bisa disalurkan melalui jalur selain menjadi menteri. 

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menepis adanya pernyataan kalau Budiman kerap meminta jatah kursi menteri termasuk apabila bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo berhasil memenangkan Pilpres 2024. 

"Saya tidak pernah meminta jatah menteri," tegasnya.

Load More