Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Badan Penanggulangan Bencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Baguna PDIP) Max Ruland Boseke yang dikabarkan sudah berstatus tersangka dalam kasus korupsi pengadaan truk di Basarnas tahun 2014.
Max Ruland diperiksa KPK bersama dua saksi lainnya, yakni seorang PNS Perencanaan Sarpras Basarnas/PPK bernama Suhardi, dan Koordinator Humas Badan SAR/PPK Basarnas (2012 – 2018) Anjar Sulitiyono.
Pemeriksaan tersebut diketahui dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Kamis (24/8/2023).
Kepada Max dan dua saksi lainnya, penyidik KPK mendalami soal proses lelang pengadaan di Basarnas saat dirinya menjabat sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas.
"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proses pelaksanaan lelang yang dimulai dari pengusulan anggaran hingga adanya dugaan pengaturan untuk memenangkan perusahaan tertentu," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (25/8/2023).
Perkara dugaan korupsi ini berbeda dengan kasus yang menyeret Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi. Pada kasus baru ini, KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka, dikabarkan salah satunya Max Ruland.
Max Ruland Boseke juga sudah dicegah ke luar negeri bersama beberapa orang lainnya terkait perkara ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat