/
Rabu, 30 Agustus 2023 | 18:12 WIB
Yuni Mauliza, tengah menangis di peti jenazah sang kekasih Imam Masykur yang tewas dianiaya oknum Paspampres. ([TikTok @yunimauliza_])

Yuni Mauliza kini terpaksa harus meninggalkan impian menikahi pasangannya, Imam Masykur, yang berusia 25 tahun.

Imam sendiri berasal dari Desa Mon Keulayu, di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Tragisnya, dia menjadi korban penculikan, penganiayaan dan pembunuhan anggota Paspampres dan dua anggota TNI.

Padahal, Imam yang bekerja di sebuah toko kosmetik di Rempoa, Tangerang Selatan, rencananya bakal mempersunting Yuni Mauliza.

Lantas seperti apakah profil Yuni Mauliza?

Tak banyak yang tahu bahwa Yuni Mauliza bukan sosok sembarangan. Ia pun menyampaikan betapa hancur hatinya karena kehilangan Imam.

Peristiwa tragis ini berawal saat Imam ditemukan tak bernyawa di Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 18 Agustus 2023. Tunangan Yuni itu diculik dan dianiaya, enam hari sebelum ditemukan sudah tak bernyawa.

Melalui media sosial TikTok, Yuni menyampaikan perasaannya: "Selamat pergi, sayang. Surga kini menunggumu. Tuhan lebih mencintaimu. Kini, kamu berada di tempat yang lebih baik, di mana tak ada lagi penderitaan. Kami berharap adanya keadilan."

Dalam wawancara, diketahui bahwa Yuni dan Imam sebenarnya berencana untuk menikah pada bulan Oktober mendatang. 

Menurut informasi dari Mukhtar, saudara ipar Imam, hubungan keduanya telah berjalan selama kira-kira enam bulan. Keduanya berasal dari desa yang sama.

Baca Juga: Siap Tayang Besok Siang, Ini Link Nonton Sekaligus Sinopsis One Piece Live Action

Menariknya, Yuni Mauliza sedang melanjutkan studinya di Universitas Al Muslim Peusangan Bireuen. Dia juga terdaftar sebagai calon legislatif dari Partai Demokrat di Bireuen dengan nomor urut 5.

Kepergian Imam tentu membuat Yuni sangat terpukul. Apalagi ia mengetahui fakta bahwa calon pendamping hidupnya itu mengalami penderitaan saat diculik oleh Praka RM dan beberapa rekannya.

Seorang kerabat, Said Sulaiman, mengatakan bahwa keluarga dan Yuni menemukan kondisi jasad Imam dalam keadaan yang memprihatinkan.

Saat ini, Yuni menanti keadilan dan hukuman setimpal bagi pelaku, yakni Praka RM.

Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, juga telah meminta agar tiga pelaku dijatuhi hukuman maksilam, yakni hukuman mati.

Load More