Keputusan Partai NasDem menentukan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, sebagai calon presiden dan memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai calon wakil presiden memicu berbagai reaksi.
Koalisi Perubahan kehilangan Partai Demokrat sebagai salah satu pilar utamanya. Keputusan Anies dan NasDem ini diklaim oleh Reuters sebagai penyebab utama Demokrat mundur dari koalisi dan mencabut dukungannya untuk Anies.
Penyebab utamanya, menurut pengamat politik Djayadi Hanan, adalah Anies tidak memilih putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakilnya, sesuai janji sebelumnya.
Namun, pilihan Anies berpasangan dengan Cak Imin dipandang sebagai strategi untuk memikat pemilih, terutama karena Cak Imin dikenal memiliki basis dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dikenal moderat.
Media Singapura, Straits Time, menggarisbawahi bahwa Anies memilih Cak Imin dalam upayanya untuk meningkatkan elektabilitasnya.
Straits Time menulis, "Anies Baswedan, berupaya meningkatkan popularitasnya di negara dengan mayoritas Muslim dengan memilih ketua partai Islam terbesar sebagai wakilnya."
Media Malaysia, termasuk Sinar Daily dan Bernama, juga memberikan sorotan pada pasangan ini. Bernama menyoroti momen pengumuman pasangan capres-cawapres oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, yang disiarkan langsung di televisi nasional.
Cak Imin, dalam pidatonya, menceritakan bagaimana proses dirinya ditawari menjadi calon wakil presiden. Ia mengatakan keputusan itu tidak mudah, tetapi dukungan dari keluarga besar PKB dan beberapa tokoh NU telah memperkuat keputusannya untuk menerima tawaran tersebut.
Sementara itu, Partai Demokrat berencana menentukan langkah politiknya setelah memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan. Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dijadwalkan mengumpulkan pengurus pusat untuk membahas strategi selanjutnya.
Baca Juga: Beda Arah Dukungan Mertua-Menantu: Hendropriyono di Barisan Prabowo, Andika Perkasa Nempel ke Ganjar
Tag
Berita Terkait
-
Profil Cak Imin, Cawapres yang Dampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024
-
Virgo Banget! Pantas SBY Langsung Pasang Badan Saat AHY Gagal Jadi Cawapres Anies Baswedan
-
'Dikhianati' Anies Baswedan, SBY - Megawati Belum Akur, Demokrat Disarankan Merapat ke Prabowo
-
Annisa Pohan Asyik Pamer Perhiasan Berlian Usai AHY Gagal Diusung Jadi Cawapres Anies Baswedan
-
Silsilah Keluarga Muhaimin Iskandar, Cawapres Anies Bukan Orang Sembarangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Calon Atlet Tinju PON Lampung Dikeroyok Saat Hendak Latihan, 3 Pelaku Ditangkap
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...