/
Senin, 04 September 2023 | 09:28 WIB
Anies Baswedan dan Surya Paloh ((Instagram/@aniesbaswedan))

Keputusan Partai NasDem menentukan Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, sebagai calon presiden dan memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai calon wakil presiden memicu berbagai reaksi. 

Koalisi Perubahan kehilangan Partai Demokrat sebagai salah satu pilar utamanya. Keputusan Anies dan NasDem ini diklaim oleh Reuters sebagai penyebab utama Demokrat mundur dari koalisi dan mencabut dukungannya untuk Anies.

Penyebab utamanya, menurut pengamat politik Djayadi Hanan, adalah Anies tidak memilih putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakilnya, sesuai janji sebelumnya.

Namun, pilihan Anies berpasangan dengan Cak Imin dipandang sebagai strategi untuk memikat pemilih, terutama karena Cak Imin dikenal memiliki basis dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dikenal moderat.

Media Singapura, Straits Time, menggarisbawahi bahwa Anies memilih Cak Imin dalam upayanya untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Straits Time menulis, "Anies Baswedan, berupaya meningkatkan popularitasnya di negara dengan mayoritas Muslim dengan memilih ketua partai Islam terbesar sebagai wakilnya."

Media Malaysia, termasuk Sinar Daily dan Bernama, juga memberikan sorotan pada pasangan ini. Bernama menyoroti momen pengumuman pasangan capres-cawapres oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, yang disiarkan langsung di televisi nasional.

Cak Imin, dalam pidatonya, menceritakan bagaimana proses dirinya ditawari menjadi calon wakil presiden. Ia mengatakan keputusan itu tidak mudah, tetapi dukungan dari keluarga besar PKB dan beberapa tokoh NU telah memperkuat keputusannya untuk menerima tawaran tersebut.

Sementara itu, Partai Demokrat berencana menentukan langkah politiknya setelah memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan. Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dijadwalkan mengumpulkan pengurus pusat untuk membahas strategi selanjutnya.

Baca Juga: Beda Arah Dukungan Mertua-Menantu: Hendropriyono di Barisan Prabowo, Andika Perkasa Nempel ke Ganjar

Load More