- IHSG mengalami rebound pada Senin pagi, 9 Januari 2026, dibuka menguat ke level 7.970 sebelum naik 0,05 persen pada 09.04 WIB.
- Transaksi perdagangan pagi itu melibatkan 2,18 miliar saham senilai Rp 1,20 triliun dengan 280 saham menguat dan 252 melemah.
- Pelemahan sebelumnya dipicu sentimen risk off global dan domestik, terutama penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody's.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik rebound pada perdagangan Senin, 9 Januari 2026 pagi. IHSG Dibuka menguat ke level 7.970.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih menghijau 0,05 persen ke level 7.939.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,18 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 133.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 280 saham bergerak naik, sedangkan 252 saham mengalami penurunan, dan 426 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LRNA, BUKK, LION, TIFA, KIOS, INAI, SOTS, LPGI, SAFE, MGLV, LUCY.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, FILM, PIPA, REAL, ARKO, TRUE, KJEN, PADI, PACK, OLIV, PGLI.
Proyeksi IHSG
Pergerakan IHSG diproyeksikan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan selanjutnya, seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan domestik.
Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan terakhir tercatat melemah 2,08 persen ke level 7.935.
Baca Juga: Asing Akumulasi Saat IHSG Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Tekanan jual investor asing pun masih berlanjut dengan catatan net foreign sell sebesar Rp 774,5 miliar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh memburuknya sentimen global dan domestik, salah satunya terkait langkah Moody’s Ratings yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
"Pelemahan ini disebabkan oleh kondisi risk off yang terjadi akibat adanya penurunan peringkat kredit Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Secara teknikal, IHSG saat ini dinilai sudah berada di area support penting pada kisaran 7.820–7.920. Sementara itu, pergerakan indeks diproyeksikan cenderung terbatas dengan resistance terdekat di level 8.100.
Selain sentimen penurunan outlook kredit, tekanan pasar juga datang dari revisi outlook menjadi negatif terhadap tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia oleh Moody’s. Di sisi lain, sejumlah rilis data ekonomi domestik, termasuk penjualan ritel Indonesia, turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Meski demikian, sentimen global cenderung positif. Pada perdagangan sebelumnya, indeks Wall Street ditutup menguat signifikan. Dow Jones Industrial Average melonjak 2,47 persen ke level 50.115,67, S&P 500 menguat 1,97 persen ke 6.932,30, sementara Nasdaq naik 2,18 persen ke 23.031,21.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
-
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara
-
Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
-
Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?
-
Ungkap Ketimpangan ASN Kemenkeu, Purbaya Guyon Mau Potong Gaji Pegawai Pajak