Bisnis / Keuangan
Senin, 09 Februari 2026 | 09:14 WIB
OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG mengalami rebound pada Senin pagi, 9 Januari 2026, dibuka menguat ke level 7.970 sebelum naik 0,05 persen pada 09.04 WIB.
  • Transaksi perdagangan pagi itu melibatkan 2,18 miliar saham senilai Rp 1,20 triliun dengan 280 saham menguat dan 252 melemah.
  • Pelemahan sebelumnya dipicu sentimen risk off global dan domestik, terutama penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody's.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik rebound pada perdagangan Senin, 9 Januari 2026 pagi. IHSG Dibuka menguat ke level 7.970.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih menghijau 0,05 persen ke level 7.939.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,18 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 133.800 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 280 saham bergerak naik, sedangkan 252 saham mengalami penurunan, dan 426 saham tidak mengalami pergerakan.

IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, LRNA, BUKK, LION, TIFA, KIOS, INAI, SOTS, LPGI, SAFE, MGLV, LUCY.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, FILM, PIPA, REAL, ARKO, TRUE, KJEN, PADI, PACK, OLIV, PGLI.

Proyeksi IHSG

Pergerakan IHSG diproyeksikan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan selanjutnya, seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan domestik.

Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan terakhir tercatat melemah 2,08 persen ke level 7.935.

Baca Juga: Asing Akumulasi Saat IHSG Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Tekanan jual investor asing pun masih berlanjut dengan catatan net foreign sell sebesar Rp 774,5 miliar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh memburuknya sentimen global dan domestik, salah satunya terkait langkah Moody’s Ratings yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

"Pelemahan ini disebabkan oleh kondisi risk off yang terjadi akibat adanya penurunan peringkat kredit Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, IHSG saat ini dinilai sudah berada di area support penting pada kisaran 7.820–7.920. Sementara itu, pergerakan indeks diproyeksikan cenderung terbatas dengan resistance terdekat di level 8.100.

Selain sentimen penurunan outlook kredit, tekanan pasar juga datang dari revisi outlook menjadi negatif terhadap tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia oleh Moody’s. Di sisi lain, sejumlah rilis data ekonomi domestik, termasuk penjualan ritel Indonesia, turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Meski demikian, sentimen global cenderung positif. Pada perdagangan sebelumnya, indeks Wall Street ditutup menguat signifikan. Dow Jones Industrial Average melonjak 2,47 persen ke level 50.115,67, S&P 500 menguat 1,97 persen ke 6.932,30, sementara Nasdaq naik 2,18 persen ke 23.031,21.

Load More