- Dua kecelakaan tabrak separator busway ganggu layanan Transjakarta di Kodamar dan Denpasar.
- Rute koridor sembilan dan sepuluh sempat dialihkan akibat evakuasi kendaraan di jalur.
- Layanan Transjakarta kembali normal setelah petugas selesai mengevakuasi material dan kendaraan.
Suara.com - Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pembatas jalan atau separator busway terjadi di dua lokasi berbeda di Jakarta pada Senin (9/2/2026) pagi. Peristiwa ini sempat mengakibatkan gangguan operasional pada sejumlah rute Transjakarta yang melintasi kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.
Berdasarkan laporan resmi, kecelakaan pertama melibatkan sebuah kendaraan pribadi yang menabrak separator di sekitar Halte Kodamar. Akibat benturan tersebut, manajemen Transjakarta melakukan penyesuaian operasional pada Koridor 10 untuk rute 10D.
"Koridor 10 rute 10D mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya kendaraan pribadi menabrak separator di sekitar Halte Kodamar. Untuk sementara, arah PGC tidak melayani Halte Kodamar," tulis akun X resmi PT Transjakarta.
Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di Koridor 9 yang melibatkan kendaraan bertonase besar. Sebuah truk menghantam separator di sekitar Halte Denpasar, yang memicu kemacetan serta kendala pelayanan bagi pelanggan.
Kecelakaan di titik ini berdampak cukup luas karena mencakup empat rute sekaligus, yakni 6B, 6M, 9A, dan 9C. PT Transjakarta mengonfirmasi bahwa selama proses penanganan berlangsung, bus arah Pinang Ranti tidak dapat mengakses halte tersebut.
"Koridor 9 rute 6B, 6M, 9A, dan 9C mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya truk menabrak separator di sekitar Halte Denpasar. Sementara arah Pinang Ranti tidak melayani Halte Denpasar," lanjutnya.
Selama proses evakuasi, para pelanggan diarahkan untuk memantau perubahan rute melalui kanal informasi digital perusahaan. Petugas di lapangan bergerak cepat mengevakuasi kendaraan dan membersihkan puing separator guna memulihkan sirkulasi lalu lintas.
Setelah penanganan selesai, kondisi di lapangan mulai kondusif dan jalur kembali aman untuk dilintasi. Layanan bus Transjakarta di kedua lokasi tersebut kini dilaporkan telah kembali ke rute normal.
Pihak Transjakarta senantiasa mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di samping jalur khusus busway. Masyarakat juga diminta memantau pembaruan layanan melalui aplikasi resmi guna menghindari keterlambatan perjalanan.
Baca Juga: BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini
-
Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk
-
Sepekan Jalan Kayu Mas Utara Ambles, Warga Pulogadung Waswas Menanti Perbaikan
-
Mahfud MD Sebut KPK Pintar dan Cerdik Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
-
Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan
-
Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM