- Rupiah menguat tipis pagi ini (Senin, 9/2/2026), mencapai Rp16.869 per dolar AS, naik 0,04%.
- Penguatan rupiah didorong oleh tekanan pada dolar AS seiring sentimen *risk on* global yang positif.
- Investor domestik masih menahan diri menunggu data survei kepercayaan konsumen untuk menentukan arah pergerakan nilai.
Suara.com - Nilai tukar rupiah sedikit menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan Senin pagi (9/2/2026) mata uang garuda mulai bangkit perlahan.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.869 per dolar AS. Mata uang lokal pun menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan Jumat (6/2) ada di level Rp16.876.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah disebabkan dolar AS yang tertekan.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on global," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, penguatan diperkirakan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah. Hal ini membuat investor masih wait and see di pasar keuangan Indonesia.
"Investor menantikan data survey kepercayaan konsumen siang ini. Range 16.800-16.900," jelasnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,42 persen.
Selanjutnya, ada baht Thailand yang terkerek 0,4 persen dan yen Jepang menanjak 0,3 persen. Disusul, peso Filipina yang terangkat 0,21 persen.
Berikutnya, dolar Taiwan naik 0,17 persen dan yuan China yang menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,1 persen.
Kemudian, dolar Singapura terlihat turun 0,008 persen dan dolar Hongkong melemah tipis 0,006 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Rupiah Anjlok Lagi
-
Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Telah Tampung 10.000 Nasabah, BCA Incar Gen Z Tajir
-
IHSG Berbalik Rebound Senin Pagi, Tapi Rawan Koreksi
-
Asing Akumulasi Saat IHSG Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Pemerintah Siapkan Roadmap Hentikan Impor Bensin RON Rendah Dua Tahun Lagi
-
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
-
Panen Raya Perdana Padi Varietas PS-08 Bakal Digelar di Kabupaten Pandeglang
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Pembeli Bisa Beli Tanpa Antre
-
Bank Indonesia Tidak Umumkan Lagi Aliran Modal Asing, Ini Alasannya
-
Mengenal Tiga Sumber Dana BPJS Kesehatan, Ada Dua Sumber Selain Iuran
-
Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini