Google Cendekia atau Google Scholar adalah mesin pencari akademis gratis yang dapat dianggap sebagai versi akademis Google. Bagaimana cara menggunakan Google Cendekia ini?
Daripada mencari semua informasi yang diindeks di web, Google Cendekia mencari repository. Karena Google Scholar ini menjadi mesin pencari yang didesain khusus untuk akademis.
Biasanya ini adalah bagian lebih kecil dari kumpulan yang ditelusuri Google. Itu semua dilakukan secara otomatis, namun sebagian besar hasil pencarian cenderung merupakan sumber ilmiah yang dapat diandalkan.
Namun, Google biasanya kurang berhati-hati mengenai apa yang disertakan dalam hasil pencarian dibandingkan dengan database akademis yang lebih terkurasi dan berbasis langganan seperti Scopus dan Web of Science.
Oleh karena itu, penting untuk meluangkan waktu untuk menilai kredibilitas sumber daya yang ditautkan melalui Google Cendekia. Berikut cara menggunakan Google Cendekia atau Google Scholar yang tim Suara.com rangkum untuk kamu.
Cara Menggunakan Google Cendekia
1. Masukkan Kata Kunci Pencarian
Saat membuka halaman Google Cendekia, masukkan kata kunci pencarian di kotak pencarian yang tersedia. Misalnya, jika Anda mencari artikel tentang "dampak perubahan iklim terhadap lingkungan", masukkan kata kunci tersebut ke dalam kotak pencarian.
2. Gunakan Tanda Kutip untuk Penelusur Tertentu
Baca Juga: Cara Translate Aksara Jawa ke Indonesia dengan Mudah
Jika kamu mencari artikel tentang topik tertentu dalam Google Cendekia, gunakan tanda kutip untuk mencari kata atau frasa tertentu. Misalnya, jika kamu menelusuri artikel tentang "dampak perubahan iklim terhadap spesies tumbuhan", gunakan tanda kutip untuk menelusuri frasa spesifik tersebut.
3. Gunakan Filter Pencarian untuk Hasil Tertentu
Google Cendekia menyediakan filter pencarian untuk mempersempit hasil pencarian. Kamu dapat memfilter hasil pencarian berdasarkan tahun publikasi, penulis, atau subjek tertentu. Filter pencarian ini akan membantu kamu mendapatkan hasil pencarian yang lebih terfokus pada topik yang kamu cari.
4. Periksa Kutipan Artikel Ilmiah
Google Cendekia juga menyediakan informasi sitasi artikel ilmiah. Kamu dapat melihat berapa banyak kutipan yang diterima suatu artikel. Informasi ini dapat membantu kamu menentukan kualitas dan relevansi sebuah artikel ilmiah.
5. Gunakan Peringatan Google Cendekia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Ini Pertimbangan Prabowo
-
Lompat ke Sungai Musi Saat Digerebek, Bandar Sabu Ditemukan Tewas Dua Hari Kemudian
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Perebutkan Gelar Juara di Kudus
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?