/
Selasa, 12 September 2023 | 16:39 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ((Suara.com/Novian))

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan kronologi dirinya bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo meski sebelumnya menjadi lawan di Pilpres.

Cerita itu disampaikan Prabowo dalam sambutan acara HUT ke-45 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri atau FKKPI, Selasa (12/9/2023).

Awalnya, Prabowo bercerita bahwa dirinya sempat menjadi rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Dia mengaku tidak enak kalah dari Jokowi dua kali berturut-turut.

"Beliau menang, beliau ajak saya, dan saya walaupun kalah enggak enak itu kalah," ujar Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Meski demikian, Prabowo kemudian mau diajak bergabung di pemerintahan Jokowi dengan alasan demi bangsa dan negara. Tak sampai 60 menit Prabowo memikirkan keputusan tersebut.

"Begitu beliau ajak saya, saya katakan tidak sampai, saya pikir lebih dari satu jam saya katakan, iya!," ucap Prabowo.

Namun, keputusan Prabowo itu ternyata ditentang banyak pihak. Ia tetap yakin dengan pilihannya bergabung dengan rivalnya.

"Saya ditentang oleh banyak pengikut-pengikut saya. Tapi saya katakan demi persatuan nasional demi rakyat Indonesia para pemimpin harus bersatu," jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, persaingan hanya terjadi di masa Pemilu. Setelahnya, kehidupan masyarakat harus kembali rukun.

Baca Juga: Selidiki Aksi Perusakan dan Penganiayaan SPBU di Sleman, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

"Begitu selesai, begitu ada keputusan kita harus bersatu kembali, kita harus rukun," katanya.

Load More