Asnawi Mangkualam Bahar berbicara tentang tantangan yang dihadapinya saat pertama kali pindah ke Korea Selatan untuk bermain sepak bola, termasuk mencari makanan halal dan harus beradaptasi dengan gaya bermain yang berbeda.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh akun YouTube Sport77 Official, Asnawi, yang saat ini bermain untuk Jeonnam Dragons, mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan dalam menemukan makanan halal di Korea Selatan. Pemain berusia 23 tahun tersebut juga menyebutkan bahwa beradaptasi dengan tinggal sendirian di negara baru adalah tantangan lain yang dihadapinya.
"Paling sulit adalah soal makanan. Di Korea kan banyak yang non-halal. Jadi susah buat cari makanan," kata Asnawi, yang telah tinggal di Korea sejak awal 2021 ketika ia bergabung dengan Ansan Greeners dari PSM Makassar.
Dalam wawancara tersebut, ia juga mengakui bahwa berkomunikasi merupakan tantangan karena ia belum sepenuhnya menguasai bahasa Korea. Namun, ia mencatat bahwa ia telah mempelajari beberapa frasa dasar untuk membantunya saat di restoran atau berkomunikasi di lapangan.
"Untuk bahasa, saya belajar juga, tapi cuma untuk bahasa di sepak bola saja. Yang umum-umum belum. Paling cuma (belajar bahasa) kalau mau ke restoran, yang simpel-simpel aja," kata pemain bernomor punggung 14 ini.
Asnawi, yang juga merupakan putra dari legenda PSM Makassar Bahar Muharram, membahas perbedaan teknis yang ia alami, termasuk perubahan intensitas permainan dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan jenis lapangan yang berbeda di Korea Selatan.
"Lumayan susah. Di sana, tekanan tinggi. Kita harus banyak lari. Kekuatan fisik diutamakan. Sebelum datang ke sana, kondisi tubuh belum siap,"
"Fisiknya sangat berbeda. Di Indonesia, menit 70 ke atas pemain sudah banyak yang jalan. Sementara di sana, menit 70 ke atas intensitas permainan kian tinggi," tambahnya.
Pemain ini juga mencatat bahwa ia bahkan harus mengganti sepatunya untuk menyesuaikan dengan lapangan yang lebih "soft" di Korea Selatan, berbeda dengan lapangan yang lebih "keras" di Indonesia.
"Perbedaan lapangan memaksa saya untuk mengganti sepatu dengan studs yang lebih tinggi, terutama selama musim panas," kata Asnawi.
Asnawi telah menunjukkan penampilan yang impresif selama masa jabatannya di Ansan Greeners, membangun reputasi yang kuat yang akhirnya memikat Jeonnam Dragons, yang resmi merekrutnya pada 27 Januari 2023.
Berita Terkait
-
Bisa Naik Kasta, Asnawi Mangkualam Akui Ada Tawaran dari Klub K League 1
-
Asnawi Mangkualam Lebih Pilih Timnas Indonesia Sukses di Piala Asia Ketimbang Piala AFF
-
Biodata dan Agama Davina Karamoy Mantan Asnawi Mangkualam, Artis Cantik yang Sedang Naik Daun
-
Pratama Arhan Makin Lengket dengan Azizah Salsha, Komentar Asnawi Mangkualam Bikin Heboh
-
Blak-blakan Asnawi Mangkualam Tentang Aib Sepak Bola di Liga Indonesia: Menit 70, Pemain Masih Bisa Jalan-jalan
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
HP Murah Realme C100 Series Bersiap ke Indonesia, Baterai Jumbo 7.000-8.000 mAh
-
Apa Itu Totok Sirih pada Bayi? Ini Risiko dan Manfaat Menurut Dokter
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Game Ragnarok Origin Classic Umumkan Update Sakura Vows, Ini Fitur Barunya
-
Ilusi Sekolah Gratis: Kisah Siswa yang Rela Sekolah di Tengah Keterbatasan
-
Persija Mandul Lawan PSIM, Mauricio Souza Kritik Penyelesaian Akhir Timnya
-
Berjuang untuk Pendidikan Anak, Meski Tanpa Sekolah Gratis
-
Ucapan Menteri UMKM ke Finalis Puteri Indonesia 2026 Asal Papua Dikritik Tak Sensitif
-
Bisakah Mesin Diesel Tua Pakai B50? Ini yang Harus Dipertimbangkan
-
Drama Tiga Gim, Jonatan Christie Minta Maaf Usai Indonesia Tertinggal 0-1 dari Thailand