Pasangan calon suami istri yang menggelar sesi foto prewedding dengan menyalakan flare berujung membakar savana Gunung Bromo akhirnya muncul ke publik.
Calon pengantin tersebut memberikan sejumlah pembelaan dan meminta maaf kepada masyarakat Tengger yang dirugikan terhadap insiden kebakaran itu.
Kendati demikian, mereka melakukan serangan balik. Rombongan prewedding dan pasangan calon pengantin itu akan melaporkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melalui kuasa hukum mereka.
Melalui kuasa hukumnya, mereka menilai bahwa kelalaian yang menyebabkan kebakaran Bromo tidak hanya pada flare yang mereka sulut.
Balai Besar TNBTS dianggap lalai karena tidak menerapkan antisipasi kebakaran dan tidak menerapkan sistem keamanan.
Salah satu pengacara rombongan prewedding itu menilai TNBTS tidak menyediakan sejumlah fasilitas, di antaranya pemadam atau fasilitas siaga kebakaran.
"Setelah kami investigasi, tentunya ada langkah-langkah hukum dari kami untuk melaporkan pihak-pihak terkait dengan tidak adanya sistem keamanan, termasuk fasilitas umum lain," ujar pengacara rombongan prewedding, Hasmoko.
Pihaknya melaporkan TNBTS supaya agar pengelolaan wisata Bromo lebih baik di masa depan.
Calon Pengantin Sebut Tak Sengaja
Baca Juga: Hasil Liga Inggris Sabtu Pekan Kelima, 4 Tim Skor Sama tapi Beda Cerita
HP (38), calon pengantin pria kini berstatus saksi dalam kasus kebakaran savana Gunung Bromo.
Ia kini turut menyesali perbuatannya yang dilakukan tanpa unsur kesengajaan. HP di hadapan masyarakat Tengger mewakili diri dan istrinya meminta maaf.
Sosok pria tersebut pada Jumat (15/9/2023) mengaku ia bersama istrinya tak sengaja membakar area savana.
Ia juga mengaku bahwa rombongannya telah ikut memadamkan api kala titik api muncul. Mereka menuangkan lima botol air mineral yang dibawa sebagai bekal untuk memadamkan api.
Nahas, mereka tak kuasa memadamkan api hanya berbekal lima botol air mineral. HP mengaku kala itu angin bertiup kencang sehingga mengakibatkan api berkobar hebat.
Ia juga turut mengklaim rumput savana dalam keadaan kering sehingga menjadi bahan bakar api. HP bersama jajaran rombongannya menjadikan kebakaran yang mereka akibatkan sebagai pelajaran.
"Kami memohon maaf kepada masyarakat Tengger, tokoh adat Tengger, presiden, wakil presiden, menteri, Pemprov Jatim, Pemkab Probolinggo dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia," katanya meminta maaf.
Berita Terkait
-
Pasangan Prewedding Bromo: Salahkan Angin hingga Ikut Padamkan Api Pakai 5 Botol Air
-
Semakin Panas! Bintang Emon Sentil Pasangan Prewedding yang Nuntut Pengelola Bromo Pasca Kebakaran
-
Babak Baru Kebakaran Bromo, Rombongan Prewedding Tuntut Balik TNBTS
-
Perjuangan Berat Relawan Padamkan Api di Sekitar Kawasan Gunung Bromo
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
Bukan Mobil Listrik! Suzuki Rilis SUV Baru yang 100 Persen Anti-Bensin, Bebas Pusing Mikir Ngecas
-
Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Lalu Disalurkan ke Tempat Kerja
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan
-
Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun
-
Gandeng Sekolah Vokasi UNS, PERBASI Solo Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Pelatih dan Wasit
-
Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina