Timnas Indonesia U-24 keras tertampar oleh kekalahan 0-1 dari Timnas Taiwan dalam laga kedua Grup F Asian Games 2022.
Tak hanya terhadap seluruh skuad, ada pula luka yang tergores pada rekam jejak cemerlang Indra Sjafri sebagai pelatih.
Sebab, kejadian ini menghentikan rentetan kemenangan yang diraih tim di bawah kendalinya sejak dia kembali melatih pada April 2023.
Indra Sjafri, yang sebelumnya fokus sebagai Direktur Teknik PSSI, telah memimpin tim meraih delapan kemenangan beruntun, dimulai dengan kemenangan atas Kirgistan (2-0) di pembukaan Grup F Asian Games 2022.
Timnas Indonesia U-22 juga mencatat enam kemenangan gemilang di SEA Games 2022 di Kamboja, termasuk melawan Filipina, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, Vietnam, dan Thailand, dan berhasil membawa pulang medali emas.
Namun, kekalahan dari Taiwan telah menciptakan keraguan dan kekecewaan. "Hasil yang sangat mengecewakan bagi kami," ujar Indra Sjafri, mengakui bahwa kekalahan ini adalah pukulan berat.
Indra Sjafri dan timnya kini memfokuskan diri pada laga terakhir di Grup F melawan Korea Utara, yang akan berlangsung di Zheijang Normal University East Stadium, Minggu (24/9/2023).
Pertandingan penting lainnya antara Kirgistan dan Taiwan juga akan berlangsung secara bersamaan di Jinhua Sports Centre Stadium. Korea Utara saat ini memimpin klasemen Grup F dengan enam poin.
Sedangkan timnas U-24 Indonesia berada di posisi kedua dengan tiga poin, diikuti oleh Taiwan yang juga memiliki tiga poin namun kalah selisih gol.
Baca Juga: Bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang Sukses, Raup Cuan Sambil Jalan-jalan
"Sangat sulit jadinya di posisi grup walaupun dengan satu kemenangan," ungkap Indra Sjafri.
Indra Sjafri menambahkan, timnas U-24 Indonesia telah memetik banyak pelajaran dari laga melawan Taiwan. Dia mengungkapkan bahwa timnya kesulitan membongkar pertahanan sempurna Taiwan dan kehilangan momentum setelah gol terjadi.
Indra Sjafri dan timnya kini berharap dapat bangkit dari kekalahan ini dan memperbaiki situasi di pertandingan mendatang. Fans dan penggemar setia tentunya menantikan apakah Garuda Muda dapat kembali ke jalur kemenangan dan mempertahankan harapan mereka di Asian Games 2022.
Berita Terkait
-
Putuskan Rekor, Berikut Kemenangan Beruntun Indra Sjafri di Tahun Ini
-
Pelatih Taiwan Ungkap Kunci Sukses Skuadnya Bikin Timnas Indonesia U-24 Kesulitan Cetak Gol
-
Di Hadapan Jokowi, FIFA: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Makin Cerah
-
Komentar Ngeri Pelatih Korea Utara Jelang Lawan Timnas Indonesia U-24, Gertak Indra Sjafri?
-
Lionel Sinathrya Dicoret dari Timnas U-17 dan Promosi ke PSG U19, Bima Sakti Dihujat Netizen
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena