Klub liga utama Korea Selatan, Suwon FC dilaporkan ngebet ingin merekrut pemain andalan Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Baik klub dan sang pemain bahkan sudah saling follow akun media sosial.
Namun bisa jadi belum banyak yang tahu bagaimana sejarah dan sepak terjang Suwon FC di liga Korea Selatan.
Berdiri Pada 2003
Suwon FC didirikan pada tahun 2003, saat pemerintah Kota Suwon membentuk klub ini. Mereka memulai perjalanannya dengan bersaing di Korea National League sebagai klub semi-profesional.
Pada awalnya dikenal dengan nama Suwon City Football Club, klub ini memiliki ambisi besar, yaitu menjaring pemain-pemain berbakat dari sekolah-sekolah sepak bola di daerah setempat dan menjalin kerja sama dengan klub elite Suwon Samsung Blue Wings.
Meskipun masih berstatus semi-profesional, Suwon FC mengejutkan banyak orang dengan meraih gelar juara dalam turnamen semi-pro, yakni Korean President's Cup National Football Tournament pada tahun 2004.
Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar klub ini dalam mengembangkan bakat sepak bola di daerahnya.
Lolos Ke K-1 League
Pada tahun 2012, Suwon FC resmi menjadi klub sepak bola profesional dan mengajukan diri sebagai peserta liga. Mereka akhirnya bergabung dengan K-2 League pada tahun 2013 dan membuat kesan kuat dengan finis di urutan keempat pada musim debut mereka.
Baca Juga: Siapa Cukong Dalang Pembunuhan Imam Masykur oleh Paspampres? Ini Kata Hotman Paris
Bahkan, mereka menjadi satu-satunya tim kasta kedua yang berhasil mencapai semifinal FA Cup Korea.
Pada akhir musim 2015, Suwon FC berhasil lolos ke playoff promosi setelah finis di urutan ketiga. Ini membawa mereka naik ke K-1 League untuk musim 2016.
Namun, debut mereka di kasta tertinggi sepak bola Korea tidak berjalan mulus, dan mereka kembali terdegradasi di musim berikutnya.
Selama empat musim berikutnya, Suwon FC berjuang di K-2 League untuk kembali ke tingkat atas sepak bola Korea.
Pada musim 2021, mereka akhirnya meraih posisi runner-up K-2 League dan berhasil promosi kembali ke K-1 League, menunjukkan ketekunan dan dedikasi klub ini.
Prestasi Memikat
Berita Terkait
-
Ngebet Bintang Timnas Indonesia, Suwon FC Dan Pratama Arhan Saling Follow Akun Medsos
-
Azizah Salsha Diduga Masih Simpan Foto Mantan Meski Sudah Menikah, Tanda Belum Move On?
-
Biodata dan Profil Bung Towel: Berani Tuduh Shin Tae-yong Sewa Buzzer
-
Indikasi Pratama Arhan Hijrah ke Korea Selatan Makin Nyata, Suwon FC Sudah Follow Instagramnya
-
Pratama Arhan Diisukan Bakal Berkarier di Korea Selatan Boyong Azizah Salsha, Kenali Beda Budayanya
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Sidang Nadiem Mati Lampu Pas Buka Bukti Kunci, Netizen Cium Sabotase
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
-
Erin Taulany Ganti Pengacara, Sebut Sunan Kalijaga Tak Profesional
-
Dicecar Pertanyaan Wartawan, Iwan Tuaji Tetap Bungkam Saat Masuk Ruang Pemeriksaan
-
Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Momen Haru Siaran Terakhir Hard Rock FM Bandung Setelah 25 Tahun Mengudara
-
Nasib Dadan Hindayana dan Kontroversi Pengadaan Motor Listrik Rp 2 Triliun