Jonatan Christie gagal mempertahankan medali emas Asian Games setelah tunggal putra Indonesian ini tumbang di babak 32 besar nomor perseorangan Asian Games 2022 Hangzhou, Selasa (3/9/2023).
Langkah Jonathan Christie di Asian Games dihentikan oleh pebulu tangkis Chinese Taipei Chou Tien Chen usai kalah dua gim langsung, 0-2 (17-21 dan 17-21) di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China.
Dengan kekalahan tersebut maka Jonatan Christie gagal mempertahankan medali emas Asian Games.
Jonatan Christie akan mengevaluasi sisi nonteknis yang ia miliki termasuk kondisi mental dan kepercayaan diri setelah kalah di babak pertama nomor perseorangan Asian Games 2022 .
“Evaluasinya lebih ke arah nonteknis karena dari di lapangannya saya merasa kurang bisa menikmati permainan,” ungkap Jonatan, dikutip dari keterangan singkat PBSI seperti dimuat Antara.
Juara Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu mengaku memiliki tekanan tersendiri saat berlaga di edisi ke-19 kali ini.
“Ini memang salah satu pertandingan besar dan saya rasa ini yang membuat saya tertekan. Kalau di pertandingan Open yang rutin, kan tidak sebesar ini, termasuk dari sisi ketegangan. Ini yang harus saya perbaiki dan cari solusinya ke depan,” ujar Jonatan.
Tunggal putra peringkat lima dunia itu mengungkapkan dirinya sudah menemukan ritme permainan, namun memang ketegangan itu tidak mampu ia lawan dengan baik.
“Sebenarnya ada beberapa kali sudah menemukan ritme dan tempo permainan, tapi banyak juga melakukan kesalahan sendiri, jadi lawan yang tadinya sudah mulai bisa saya kejar poinnya tapi berbalik lagi. Hal ini yang perlu saya perbaiki lagi ke depannya karena memang satu poin krusial,” jelas Jonatan.
Baca Juga: Perkiraan BMKG Meleset, Transisi Musim Hujan di Indonesia Baru Dimulai November 2023
Juara Hong Kong Open 2023 itu mengatakan telah berdiskusi dengan pelatih untuk bisa bermain lebih rileks setelah kalah di nomor beregu putra Asian Games 2022 Hangzhou, pekan lalu.
“Feel mainnya di lapangan sendiri memang terasa masih beberapa kali kurang percaya diri. Saya dan pelatih sudah diskusi setelah kekalahan di beregu untuk bermain lebih rileks lagi, lebih enjoy lagi di perorangan,” kata Jonatan.
“Saya juga hari ini sudah mencoba yang terbaik lalu lebih tenang tapi saya akui ketegangan itu timbul beberapa kali,” ujarnya menambahkan.
Dengan ini, maka Anthony Sinisuka Ginting menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor individual sektor tunggal putra pada babak 16 besar. Ginting sebelumnya menang atas wakil Chinese Taipei Wang Tzu Wei 21-16, 21-11 di babak 32 besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
Terkini
-
BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Kalkulasi Poin FIFA Jika Timnas Indonesia Berhasil Kalahkan Mozambik di FIFA Matchday
-
Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!
-
Global Private Banker Beri Penghargaan Global Kepada BRI: Keberhasilan Transformasi Bagi Nasabah
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat