Fujianti Utami alias Fuji lagi-lagi jadi sorotan dengan apa yang dilakukannya. Paling baru, ia diklaim sukses meraup Rp2,7 Miliar dari live 2 jam jualan skincare.
Bahkan menurut laporan Suara.com, Fuji sudah mendapatkan Rp1,2 miliar dalam 40 menit saja saat melakukan live shoping tersebut.
Seiring waktu live berjalan, jumlah pembelian skincare makin banyak hingga puncaknya mencapai Rp2,7 miliar.
Putri Haji Faisal dan Dewi Zuhriati tersebut pun membagikan kebahagiannya dengan mengucap terima kasih kepada semua yang membeli dagangannya.
"Terima kasih semuanya. Thank you. Terima kasih semuanya yang belanja. Love you all," teriak Fuji.
Melihat kesuksesan live shoping Fuji tersebut, tak jarang yang memuji loyalitas para penggemar sampai membeli dagangan sebanyak itu.
"Sebagai orang yang enggak ngikutin seleb, aku ngeliat fans dia tuh walaupun kebanyakan blundernya tapi loyal banget sumpah," tulis netizen.
Namun di sisi lain, ada juga netizen yang malah meragukan pencapaian fantastasi jualan Fuji secara live tersebut.
Bahkan sampai ada yang menduga Fuji menggunakan buzzer untuk melakukan fake order atau pembelian palsu selama live shopping.
Baca Juga: Terciduk Makan Bareng, Asnawi Mangkualam dan Fuji Jadian?
"Sebagai buzzer yang pernah meramaikan fake order live ikut tertawa," komentar netizen.
Netizen juga menjelaskan bagaimana praktek buzzer fake order bekerja di live shopping.
"Ada dua sistem yang pernah aku lakui. Check out payment COD (cash on delivery atau bayar tunai setelah pesanan tiba) pas live. Kelar live cancel order," katanya
"Yang kedua tetap order payment pake VA dan mereka (penjual) yang bayar tapi barang tetap dikirim paling isinya permen atau yang murah," lanjutnya.
Setelah mengetahui adanya praktek buzzer fake order dalam live shopping, netizen pun mulai meragukan pencapaian Fuji dengan Rp2,7 miliar tersebut.
"Oalah bodohnya aku yang percaya mereka dapat miliaran dan barangnya habis laku terjual," ujar netizen.
"Enggak kepikiran sampai ada buzzer gini, pintar banget ya naikin engagement, salut sih sama manajemennya. Ingat kayak penonton bayaran Inbox dll ya, kelihatan ramai padahal ya dibayar," tambah lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung