Ternyata Soleh Solihun sempat dikejar-kejar petugas pajak gegara channel YouTube miliknya. Hal ini dicurhatkan komedian tersebut sambil memberikan penjelasan.
Soleh Solihun menceritakan kalau petugas pajak mengejar dirinya gegara diduga mendapatkan penghasilan dari Adsense YouTube miliknya.
Padahal komedian yang juga sutradara ini sudah berkali-kali menyampaikan jika ia tidak mendapatkan penghasilan dari adsense YouTube.
Pria 44 tahun tersebut juga sudah memberikan bukti kepada petugas pajak kalau dirinya tidak mendapatkan uang dari channel YouTube miliknya.
Dikutip dari Suara.com, Soleh Solihun terakhir mendapatkan penghasilan dari adsense YouTube pada 2018 silam.
Setelahnya akun adsense miliknya kena suspend YouTube. Sehingga ia tidak bisa mengaktifkan iklan dan tidak mendapatkan penghasilan dari channel tersebut.
"Sudah tiga kali diberi bukti dari halaman revenue akun youtube saya bahwa saya dapat duit dari youtube cuma 2 bulan di 2018, setelah itu akun adsense saya disuspend dan gak dapat duit lagi, orang pajak masih gak percaya juga," kata Soleh seperti dilihat dalam unggahan akun twitternya, Minggu (14/10/23).
Sutradara film Reuni Z ini pun mempersilahkan petugas pajak untuk melihat akun YouTube miliknya jika masih tidak percaya.
"Padahal, krosceknya mudah. tonton aja youtube saya," katanya lagi.
Baca Juga: Cara Bayar PBB Online Mudah Tanpa Keluar Rumah
Tanggapan Kemenkeu
Curhatan Soleh Solihun itu pun mendapatkan tanggapan dari juru bicara Kemenkeu, Yustinus Prastowo soal petugas pajak yang mengejar channel YouTube miliknya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Ditjen Pajak. Saat ini teman2 di KPP sedang mendalami informasi ini. Prinsipnya Ditjen Pajak akan melakukan tindak lanjut secara fair, objektif, dan transparan. Respon dan informasi yang diberikan tentu sangat berharga dan akan dijadikan salah satu bahan tindak lanjut. Terima kasih telah menyampaikan ini. Terima kasih telah menjadi pembayar pajak untuk pembangunan Indonesia," kata Yustinus Prastowo.
Yustinus Prastowo pun menyampaikan kalau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan mengundang Soleh Solihun untuk membicarakan penyelesaian masalah tersebut.
"Teman2 di KPP akan mengundang Bang @solehsolihun untuk dapat melihat sendiri informasi/data yang dimiliki Ditjen Pajak, di luar data yang Anda sampaikan. Tentu informasi dari berbagai pihak ini perlu diklarifikasi terlebih dahulu ke wajib pajak. Silakan nanti diberi penjelasan, bukti, dan dokumen lain yang relevan. Ditjen Pajak akan menindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk penjelasan/bukti dari Anda. Terima kasih," katanya lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
-
5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau
-
Anthony Ginting Kalah Mengejutkan di Australian Open 2026! Disingirkan Ranking 73 Dunia
-
3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya
-
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
-
Beckham Putra Diprovokasi Suporter di GBK, Rizky Ridho Langsung Pasang Badan
-
Usai Isu Reshuffle Menkeu, Purbaya Kini Janji Lakukan Penghematan Belanja Besar-besaran
-
Cuma Dikasih Makan Gratis, Farida Nurhan Ngamuk Diminta Review Restoran Besar Tanpa Bayaran
-
Samsung Siapkan Tablet Tahan Banting dengan Jaringan 5G, Dukung Sertifikasi Militer
-
Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal