Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tak main-main mempersiapkan skuadnya jelang melawan tuan rumah Irak pada matchday 1 Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ia bahkan mengirim tim analis untuk memantau kekuatan Irak saat menghadapi Yordania.
Momen itu diketahui dari unggahan akun Instagram @iraqifootballgallery, di mana tim analis Timnas Indonesia berada di ruang kamera Stadion Internasional Amman, Yordania, Selasa (17/10) lalu. Ada dua tim analis sedang memantau pertandingan.
“Analis Timnas Indonesia ini mengikuti pertandingan Timnas Irak dan Yordania dari stadion, sebelum menghadapi timnas kita (Irak) di kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan depan,” bunyi unggahan akun @iraqifootballgallery yang dikutip Kamis (19/10).
Dalam laga uji coba FIFA Matchday Oktober yang berakhir dengan skor 2-2 untuk kedua tim itu, tim analis Timnas Indonesia yakni Feri Patriyadi terlihat membawa alat perekam yang diyakini merekam jalannya laga. Sedangkan Kim Jong Jin bertugas menganalisa permainan Timnas Irak.
Rekaman ini sendiri untuk mencari tahu kelemahan Irak, mengingat tim berjuluk Singa Mesopotamia itu akan jadi lawan Timnas Indonesia di ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan bertanding melawan Irak pada laga perdana Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua pada 16 November 2023 di Basra, Irak.
Nantinya rekaman dan hasil pantauan tim analis itu akan membuat Timnas Indonesia bisa mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari jelang duel melawan Irak.
Selain di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia dan Irak juga akan bersua di Piala Asia 2023 pada Januari 2024 mendatang di Qatar.
Baca Juga: Pandit: Erick Thohir Jadi Wapres, Sepak Bola Indonesia Bakal Semakin Maju
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel