SUARA DENPASAR - Megaproyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di bekas Galian C Gunaksa, Klungkung, yang digagas Pemprov Bali dengan anggaran mencapai Rp 2,5 triliun belakangan menjadi sorotan publik.
Ini lantaran proyek itu selain merusak lingkungan dengan cara mengeruk beberapa bukit, juga membuat beberapa tempat suci terancam.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) melalui siaran pers yang diterima redaksi menyampaikan beberapa kejanggalan dalam proyek prestisius itu.
Seperti pengerukan Bukit Klungkung selama berbulan-bulan yang menimbulkan keresahan warga. Untuk itu BEM Unud langsung menerjunkan tim survei ke lokasi.
Dari data yang diperoleh ada beberapa empat desa yang terdampak pengerukan yang berlangsung untuk proyek PKB itu.
Adalah Desa Paksebali, Gunaksa, Pesinggahan, dan Desa Pikat yang kesemuanya berada di Kecamatan Dawan.
Menindaklanjuti temuan itu, maka diadakan pertemuan pada Jumat (22/05/2022) dengan Kasatpol PP Kabupaten Klungkung I Putu Suarta.
"Pertemuan di Kantor Satpol PP dan diketahui banyak aktivitas pengerukan tanpa izin. Begitu pula pernyataan Perbekel Desa Pesinggahan," demikian pernyataan dari BEM Unud.
Dijelaskan, sudah ada perjanjian antara pihak desa dengan pengembang proyek berupa berbagi keuntungan dari hasil penjualan material hasil pengerukan.
Baca Juga: Cetak SDM Unggul, Jamkrindo Libatkan Peserta Magang dalam Proyek Sosial
Tapi, berdasar monitoring BEM Unud, akibat pengerukan itu tentu sangat merusak lingkungan.
Selain itu beberapa bangunan suci atau pura juga terancam. Seperti Pura Dalem Setra Tutuan, Pura Bukit Buluh, Pura Bukit Tengah, Pura Bukit Mastapa, Pura Gunung Lingga, dan satu lagi pura milik keluarga Arya Dauh.***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Tanggul Jebol di Kudus: Ratusan Rumah Terendam, Warga Berjuang Melawan Banjir Terparah
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Group CEO BRI Apresiasi Kinerja PNM Ciptakan Nilai Sosial Berkelanjutan
-
7 Fakta Jeffrey Epstein, Tak Pernah Lulus Kuliah Tapi Bisa Jadi Guru hingga Miliarder
-
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
-
Anak yang Terbelenggu Kecemasan dan Sistem Pemerintahan yang Abai
-
Aktor Ha Jung Woo Klarifikasi soal Rumor Menikah, Sebut Belum Ada Keputusan
-
Daftar Negara Pesaing Timnas Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
4 Serum Niacinamide Lokal Alternatif The Ordinary, Harga Lebih Murah Mulai Rp20 Ribuan