- Komisi X DPR akan panggil Mendikdasmen bahas ledakan bom molotov siswa SMP.
- Pengawasan orang tua dan guru sangat penting cegah radikalisasi di lingkungan sekolah.
- Pelaku diduga terpapar konten kekerasan serta menjadi korban perundungan di sekolahnya.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menaruh perhatian serius terhadap insiden ledakan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2/2026). Mirisnya, terduga pelaku merupakan siswa aktif kelas IX di sekolah tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Lalu menyatakan bahwa Komisi X akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk membahas penanganan radikalisme di lingkungan sekolah.
"Ini menjadi perhatian serius Komisi X. InsyaAllah dalam waktu dekat sebelum masa reses, kami akan mengundang Mendikdasmen untuk membahas masalah ini secara mendalam," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Lalu mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah telah berulang kali merumuskan solusi, kasus siswa yang terpapar aksi kekerasan atau radikalisme tetap berulang. Ia menyebut peristiwa ini sebagai "alarm" keras bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
"Kita harus cari di mana letak kesalahannya sehingga ini terus berulang. Di saat negara sedang menata berbagai persoalan, ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan siswa sebagai eksekutor tindakan radikal," tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi pengawasan antara orang tua, guru, dan masyarakat. Menurutnya, kerentanan siswa sekolah menjadi celah bagi pihak tertentu untuk menanamkan pemahaman ekstrem.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku tak lama setelah insiden terjadi. Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, mengonfirmasi status pelaku sebagai siswa sekolah tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan pelaku memiliki ketertarikan kuat terhadap konten kekerasan dan tergabung dalam komunitas TCC. Kondisi psikologis pelaku disinyalir semakin tidak stabil akibat pengalaman perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya