SUARA DENPASAR - Irjen Ferdy Sambo tampaknya masih memiliki power kuat di institusi Polri. Buktinya, saat pengumuman lima tersangka dalam press conference yang dilakukan Divisi Humas Polri. Lima tersangka ternyata tak ditampilkan ke publik.
Akibatnya, banyak warganet yang menuangkan kekecewaannya. Padahal, berkaca pada kasus-kasus kriminal atau pidana, biasanya tersangka langsung di ungkap saat press conference lengkap dengan kostum oranye-tanda tahanan atau tersangka.
Seperti diketahui bersama Timsus Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J atau Brigadir Joshua.
Dalam aksinya Kaisar Sambo, sebutan bagi Irjen Ferdy Sambo yang disematkan warganet dibantu Bripka Ricky Rizal berperan membantu dan menyaksikan penembakan.
Ada juga Bharada Richard Elizer sebagai penembak Brigadir Joshua, Kuwat Ma'rud merupakan sopir dari istri Sambo dan berperan membantu dan menyaksikan penembakan.
Terakhir, Putri Candrawathi yang tiada lain istri dari Irjen Sambo sebagai tersangka kelima. Pada tersangka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 Jo Pasal 55, dan 56 KUHP, dengan acaman hukuman mati atau seumur hidup.
"Good job pak....tapi msh berharap PC ditahan dan sama-sama lihat pasutri ini pake baju orange," komentar pemilik akun @inurb***.
Tak hanya akun itu, banyak akun lain yang menanyakan hal serupa. Sebab, ini di luar kebiasaan jajaran Polri pada umumnya yang selalu menghadirkan tersangka berikut barang bukti dalam pengumuman pengungkapan kasus.
Komentar-komentar warganet pun terlihat dalam siaran Divisi Humas Polri di akun instagram resminya, @divhumaspolri.
Setidaknya video itu sudah dilihat 38 ribu kali dan dikomentari sebanyak 415 kali. Belum ada penjelasan resmi Divhumas Polri mengapa lima tersangka tidak dihadirkan. ***
Tag
Berita Terkait
-
Bareskrim Audit Investigasi, Anggota Polres Metro Jaksel Bisa Ketar-Ketir karena Terima Laporan Istri Sambo
-
Diduga Halangi Penyidikan Bersama Ferdy Sambo, 5 Perwira Polri Diproses Pidana
-
2 Alat Bukti yang Jerat Putri Candrawathi dalam Pasal Pembunuhan Berencana dengan Ancaman Hukuman Mati
-
Susul Suami jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Motif Cemburu Putri Candrawathi Disebut Gugur
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran