/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:09 WIB
Ilustrasi Irjen Ferdy Sambo (Suara.com)

SUARA DENPASAR - Ini menjadi catatan sejarah bagi korps baju coklat. Skandal yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi catatan sejarah kelam institusi penegak hukum di Indonesia. Bagaimana tidak? Layaknya sudah menjadi "Kaisar" di Mabes Polri.

Irjen Sambo mengarang cerita kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Brigadir J. Padahal, dirinya sendiri adalah aktor utama.

Tak hanya itu, sebelum kasus ini dibongkar tim khusus (Timsus) Mabes Polri, dengan entengnya Kaisar Sambo mengatakan kasus ini terjadi karena dirinya menjaga marwah dan harga diri keluarga.

Tapi, apa lacur. Alibi itu akhirnya mentah dengan dihentikannya laporan sang istri, Putri Cadrawathi yang mengaku dilecehkan Brigadir J.

Tak hanya itu, Putri Candrawathi juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat kasus pembunuhan yang menghebohkan publik tanah air.

Kasus makin njelimet di mana diketahui ada 63 personel Polri yang membantu Sambo atau percaya Frank yang dilakukan sang jenderal. Jumlah polisi yang tersangkut kasus ini terbilang sangat banyak dan mungkin yang pertama dalam sejarah Polri.

Bahkan kekejaman Ferdy Sambo dikuliti Saor Siagian, salah seorang pengacara yang tampil di YouTube Indonesia Lawyers Club.

Di sana dia menguliti skenario Ferdy Sambo yang gagal dan bahkan menyeret banyak anak buahnya menjadi korban.

"Saya masih ingat betul. Waktu dia (Ferdy Sambo) diperiksa oleh timsus. Kemudian dia (Ferdy Sambo) mengatakan dengan gagahnya begini, saya minta maaf terhadap Institusi Kepolisian.

Baca Juga: Cerita Patra M Zen Bisa Langsung Percaya Istri Ferdy Sambo Dilecehkan, Cuma Baca Berkas tanpa Bertemu Putri Candrawathi

Turut berduka cita pada saudara almarhum Brigadir J. Terlepas apa yang dilakukan, apa namanya martabat terhadap keluarga saya," papar Saor Siagian.

Tak hanya mengorbankan rekan sejawatnya, Ferdy Sambo juga mengajak sang istri dalam kasus ini. Bahkan kini keduanya sudah dipenjara.

"Artinya, dia mampu jual keluarganya hanya satu desain kebohongan yang sangat serius. Sekarang ternyata telah dijerat pasal 340," tukas dia.

Ulas dia, apa yang dilakukan Ferdy Sambo sebagai seorang kepala keluarga jauh dari pernyataan sebelumnya yang mengatakan menjaga Marwah dan harg diri keluarga.

Jelas dia, ini lebih pada perilaku yang sadis dan sangat menjijikkan serta tak patut dilakukan seorang jenderal. ***

Load More