/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 08:15 WIB
Penyidik KPK masih melakukan pemeriksan intensif kepada pihak- pihak yang dtangkap. (ist)


Suara Denpasar- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi senyap dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah lokasi, salahsatunya di Bali.

Kali ini penyidik menangkap sejumlah orang civitas akademika kampus Universitas Lampung (Unila) dalam kasus penerimaan mahasiswa baru.

Sejumlah pejabat kampus ditangkap seperti Rektor Unila Karmoni.

KPK juga menangkap Wakil Rektor 1 hingga Dekan serta Dosen.

Penangkapan ini berlangsung di sejumlah tempat yakni di wilayah Bandung, Jawa Barat dan Lampung, Sabtu (20/8/2022) dini hari.

KPK juga bergerak ke Bali menangkap jaringan dari para pelaku yang ditangkap sebelumnya.

"Terdiri dari Rektor, Wakil Rektor 1, Dekan FT, dosen dan pihak swasta," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Sabtu (20/8/2022) dilansir dari suara.com.

Ali sebelumnya menyebut ada tujuh orang yang ditangkap. 

Kekinian bertambang satu orang menjadi delapan orang dalam operasi senyap tim Satuan Tugas (Satgas) KPK.

Baca Juga: Ada Bunker Rp900 Miliar di Rumah Istri Ferdy Sambo? Ini Jawaban Resmi Mabes Polri

Dimana tim kembali bergerak ke wilayah Bali untuk mengamankan pihak-pihak yang terlibat.

"Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar 8 orang di Bandung, Lampung dan Bali," ucap Ali.

Tim Sagas KPK telah menyita sejumlah barang bukti berupa uang pecahan rupiah hingga catatat keuangan.

Saat ini barang bukti berupa uang masih terus dilakukan klarifikasi.

Sebelumnya Karmoni ditangkap tim Satgas KPK diduga menerima suap dari mahasiswa baru dengan menggunakan jalur pibadi.

"Dugaan korupsi suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di universitas negeri Lampung,"kata Ali

Load More