SUARA DENPASAR - Dua oknum wartawan di Lampung yang merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memilih mengundurkan diri karena tersangkut kasus pemerasan.
Meski belum berkekuatan hukum tetap, Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari dalam Rapat Pleno PWI Pusat, Senin (22/8/2022) meminta sanksi dijatuhkan lebih berat.
Ungkap dia, ini termasuk pelanggaran yang sangat berat. Sebab, kasus pemerasan ini selain membuat buruk nama organisasi dalam hal ini Persatuan Wartawan Indonesia. Pemerasan yang dilakukan juga terkait pelanggaran kode etik dan moral.
"Ini adalah perilaku paling memalukan dan berharap ini adalah kasus terakhir yang melibatkan anggota PWI dan ini adalah pelanggaran berat," katanya. Bahkan, Depari mengusulkan kepada Dewan Pers untuk mencabut kartu Sertifikasi Uji Kompentensi Wartawan dua oknum wartawan tersebut.
Oknum wartawan yang terlibat pemerasan itu tergabung dalam PWI Lampung. Inisial keduanya adalah JI dan GY.
Keduanya diduga kuat melakukan pemerasan terhadap salah satu pejabat di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung. Setelah kejadian tersebut, kedua oknum wartawan itu mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus dan anggota PWI Lambung.
Nah, terkait kasus ini PWI Lampung menyerahkan ke PWI Pusat setelah menggelar rapat pleno yang menghasilkan keputusan bahwa kedua oknum tersebut melanggar kode etik dan menciderai nama organisasi. Jadi, pihaknya tidak memberikan perlindungan hukum karena bukan sengketa pers.
Sedangkan untuk Rapat Pleno Pengurus Harian PWI Pusat dihadiri Sekjen Mirza Zulhadi Nachli; Anggota Dewan Penasehat, Tribuana Said, Ismet Rauf dan N.Syamsoeddin Ch.Haesy; Ketua Bidang Organisasi, Zulkifli Gani Octto; Ketua Bidang Pendidikan, Nurjaman Mochtar; Ketua Bidang Luar Begeri, Ahmed Kurnia; Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Abdul Aziz; Bendahara Umum, Muhamad Ihsan; Wakil Bendahara Umum, Dar Edi Yoga; Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Oktap Riyadi
Di bagian lain Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat Fachry Mohamad mendukung tindakan tegas Ketum PWI Pusat.
"Pelanggaran tertinggi yang dilakukan itu terkait soal moral. Sangat disayangkan bahwa hal itu terjadi dan organisasi PWI harus tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," tukas dia.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Atap Gedung PWI Aceh Copot
Pihaknya berharap, kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua anggota. Bahwa PWI tidak akan membela oknum anggota yang bersalah apalagi nekat memeras orang lain.
Untuk diketahui terkait kasus pemerasan ini polisi mengamankan lima oknum wartawan. Selain JI dan GY. Ada S, A, dan AU dari organisasi yang berbeda.
Modus pemerasan yang dilakukan dengan meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada korban dengan dalil tidak akan memuat berita "chatting dewasa" yang dilakukan korban. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir