SUARA DENPASAR – Permintaan maaf Ferdi Aziz, pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet ternyata mendapat respons positif. Banyak acungan jempol untuknya. Itu terbukti banyanya komentar positif pada video permintaan maaf di channel Tama Halu 008.
Pada 19 Agustus 2022, Ferdi Aziz memang meminta maaf secara terbuka melalui unggahan di channel Youtube Tama Halu 008 yang dikelolanya. Dia menyampaikan minta maaf telah menggunakan nama Joko Tingkir dalam parikan yang dinyanyikan disertai parodi.
Dia mengaku tidak tahu bahwa Joko Tingkir adalah seorang ulama. Juga tak tahu bahwa Joko Tingkir adalah pendiri Kerajaan Pajang setelah keruntuhan Kerajaan Demak.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kekurang-ketidaktahuan saya, ketidakpahaman saya di balik nama Joko Tingkir ini adalah sosok seorang ulama besar dan dihormati di Jawa,” kata Ferdi Aziz.
Permohonan maaf Ferdi Aziz ini setelah mendapat protes dari sejumlah ulama hingga organisasi kepemudaan NU, Ansor. Secara umum, mereka menilai tidak pantas nama Joko Tingkir dimasukkan dalam lagu tersebut.
Sontak, video permohonan maaf Ferdi Aziz mendapat respons positif. Sampai 23 Agustus 2022, sudah banyak sekali yang berkomentar. Bahkan, video itu sudah ditonton sebanyak 31 ribu kali.
Dalam sejumlah komentarnya, para netizen memberikan acungan jempol melalui emoticon. Berikut sejumlah pernyataan netizen di kolom komentar video permintaan maaf Ferdi Aziz:
“Seorang kesatria yang mau mengklarifikasi meminta maaf secara terbuka, tanpa berargumentasi membela diri, dan lebih dari itu Mas Halu (maksudnya Ferdi Aziz, red) juga sudah merubah liriknya. Saya sangat mengapresiasi tutur kata di vidio ini juga sangat sopan,” kata Zhidan Mulyana.
Zhidan melanjutkan, meminta maaf adalah bentuk tanggung jawab Mas Halu (maksudnya Ferdi Aziz, red). Dan memaafkan atas kesalahan Mas Halu (Ferdi Aziz) adalah kewajiban kita semua.
Baca Juga: Persib Bandung vs Bali United: Luis Milla Dipuji Setinggi Langit, Ricky Fajrin OTW GBLA
“Tetap semangat berkaryanya, Mas. Karya sampeyan (anda) sangat bagus, hanya saja perlu dipelajari kembali diupload/ publikasikan,” lanjut Zhidan panjang lebar.
“Nah ini contoh orang yang baik, mengakui kesalahan tanpa banyak bermanufer membela diri. Salut dengan abang ini, semoga abang ini selalu semangat membuat karya ke depan. Jangan patah semangat bang. Salut salut salut...” timpal Malempu dot com.
“Tetap semangat, Mas. Ada hikmah yang lebih baik: banyak orang jadi mempelajari tentang sejarah leluhur", yang sebelumnya banyak terlupakan,” kata Henggar Rusito.
“Sip, Mas. Njenengan (anda) berjiwa besar berani meminta maaf dengan ucapan yang santun, sukses berkarya dengan lirik lagu dan musik yang menginspirasi,” tulis Mohammad Arief.
“Good job, Mas. Salut sama njenengan.. semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kemurahan rejeki untuk njenengan sekeluarga,” sambung Wahidatul Hanifah.
“Sampean gak salah.... lirik Joko Tingkir Ngombe Dawet itu dalem banget... Humor itu sebenarnya hal serius... Cuma orang2 cerdas (macam Gus Dur) yang paham dan tidak tersinggung,” terang Asian Beauty.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi