SUARA DENPASAR - Untung bisnis perjudian memang begitu menggiurkan. Jaringan judi online yang diringkus dan dibongkar jajaran Polresta Denpasar di sebuah penginapan di Kuta, Badung. Dalam sebulan, bisa meraup Rp 1,4 miliar dalam operandinya di Bali.
Sayang, untuk bos besar judi online itu tidak bisa dibongkar petugas karena servernya berada di wilayah Filipina atau negara lain.
Jadi, kasus ini hanya terhenti pada kantor cabang situs judi online di Pulau Dewata. Yakni, dengan sembilan tersangka yang diringkus dalam operasi pada 17 Agustus lalu.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (24/8/2020/2) di Mapolresta Denpasar merinci para pelaku adalah dua perempuan berinisial EN dan FA.
Juga ada pelaku pria berinisial JS, AF, DA, MR, ARI, AS dan A. Ada yang menjadi bendahara, operator, dan marketing. Semuanya mendapat gaji tetap dari pemilik situs judi online di luar negeri.
"Mereka beroperasi mulai Juni sampai Agustus 2022. Selama beroperasi mereka mendapat omzet sampai Rp. 1,4 miliar," kata Kombes Bambang Yugo Pamungkas di Mapolresta Denpasar.
Sembilan tersangka itu mengelola situs www.ptwd4d.com dan www.pt98bet.net. dimana masing-masing situs mereka telah miliki member tetap sekitar 15 ribu member.
"Jadi tiap kali diblok mereka bikin lagi karena server ada di luar negeri. Tepatnya di negara Fillipina," sebutnya terkait penanganan kasus judi online. ***
Baca Juga: Dihubungkan dengan Judi Online, PSIS Semarang Putus Kontrak Skor 88 News
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi
-
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?