/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 21:58 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding. (Youtube DPR RI)

SUARA DENPASAR – Kronologi peristiwa Magelang hingga pembunuhan Brigadir Joshua diungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri, Rabu (24/8/2022). Kronologi itu disampaikan menurut tanggal kejadian.

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding sempat membeberkan peristiwa Magelang. Dia mengkonfirmasi Kapolri apakah kronologi yang disampaikannya benar atau tidak.

Berdasarkan waktu atau tanggal kejadian, kronologi yang disampaikan Sarifuddin Sudding adalah sebagai berikut:

2 Juli 2022

Rombongan pertama berangkat ke Magelang 2 Juli 2022. Terdiri dari Putri Candrawathi, Brigadir Joshua, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, dan Kuat Maruf, dan Susi. Kuat adalah sopir, dan Susi adalah pembantu rumah tangga. Putri berencana menengok anaknya yang sekolah di SMA Taruna Nusantara.

4 Juli 2022

Siang ada ejadian Putri Candrawathi sedang tidur di sofa ruang tamu, lalu datang Brigadir Joshua membopong atau mengangkat Putri untuk masuk ke dalam kamar. Saat itu Kuat Maruf melihat dan membentak Brigadir Joshua agar tidak melakukan sehingga Brigadir Joshua mengurungkan niatnya.

6 Juli 2022 

Ferdy Sambo sampai di Magelang. Malamnya digelar perayaan hari pernikahan Ferdy dan Putri.

Baca Juga: AKHIRNYA TERUNGKAP Tumpukan Uang Rp900 Miliar yang Disebut Milik Ferdy Sambo, Polri Sebut Ini

7 Juli 2022

Pagi hari Ferdy Sambo pulang lebih dulu ke Jakarta. Putri dan lainnya masih di Magelang. Kemudian pada sore hari, sekitar Pukul 17.30 WIB ada kejadian Brigadir Joshua masuk dalam kamar Putri di lantai 2, kemudian dari kamar dilihat oleh Kuat. Kuat menegur Joshua dan bertanya kenapa masuk ke kamar Putri. Kuat dan Susi mendengar suara tangis Putri.

“Mendengar ada tangisan dalam kamar Putri, didengar oleh Kuat, didengar oleh Susi, lalu mengkonfirmasi apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dialami,” beber Sarifuddin Sudding

Setelah mendengar cerita Putri, Kuat menyarankan agar kejadian ini dilaporkan ke Ferdy Sambo. Maka pada Pukul 23.00 (11 malam), Putri melaporkan apa yang dialami pada sore hari itu ke Ferdy Sambo lewat telepon. Dia melapor Ferdy Sambo sambil menangis.

8 Juli 2022

Putri Candrawathi dan rombongan berangkan pagi hari kembali ke Jakarta. Rombongan sampai di rumah Ferdy Sambo di Jalan Saguling III sore.

Sudding menjelaskan, Ferdy Sambo kemudian mendapat cerita lebih lengkap terkait peristiwa di Magelang. Ferdy Sambo marah dan emosi.

“Marahlah Ferdy Sambo, hilang akal sehatnya, jenderal bintang dua. Diajaklah mereka ke Duren Tiga (rumah dinas Ferdy Sambo). Di Duren Tiga terjadilah pembunuhan itu oleh Richard juga Sambo,” papar Sudding.

Menjawab pertanyaan apakah kronologi itu benar atau tidak, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan memang banyak yang sesuai.

“Dari yang disampaikan beliau memang ada banyak hal yang sesuai, Pak,” kata Listyo.

Namun untuk kepastian motif pembunuhan Brigadir Joshua, Kapolri Listyo Sigit Prabowo masih membutuhkan keterangan Putri Candrawathi.

“Sehingga nanti yang kita dapat, saat beliau sebagai tersangka apakah berubah atau tidak. Dengan demikian kami dapat satu kebulatan terkait dengan motif,” jelas Kapolri.

Kronologi di Duren Tiga

Pada awal rapat dengan Komisi III DPR RI, Kapolri sudah memaparkan kronologi penanganan kasus ini. Termasuk adalah soal skenario Ferdy Sambo yang awalnya dianggap sebagai kejadian tembak-menembak.

Dia mengatakan pengungkapan kasus ini sempat ada hambatan-hambatan yang dibuat Ferdy Sambo dan anak buahnya. Setelah itu diambil langkah penonaktifan Ferdy Sambo dan sejumlah anak buahnya, akhirnya didapatkan fakta yang sesuai saksi dan alat bukti.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menjelaskan kronologi saat perencanaan hingga proses eksekusi pembunuhan Brigadir Joshua yang terjadi 8 Juli 2022 sore dari rumah di Jalan Saguling III sampai di rumah dinas di Duren Tiga. Berikut yang dipaparkan Kapolri:

1. Kronologis awal bahwa terjadi pelecehan dan kejadian tembak-menembak di rumah dinas di Duren Tiga adalah tidak benar, terdapat upaya merekayasa TKP sehingga seolah tejadi tembak-menembak.

2. Peristiwa di rumah dinas di Duren Tiga diduga dilakukan melalui perencanaan lebih dulu oleh Ferdy Sambo di rumahnya di Jalan Saguling III Jakarta Selatan, yang diketahui Putri Candrawathi dan Bharada Richard Eliezer.

3. Putri Candrawathi diduga memberi kesempatan terhadap peristiwa itu terjadi, Bharada Richard Elizer melakukan penembakan, disaksikan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf yang perannya juga ikut membantu.

4. Pasca-penembakan, Ferdy Sambo melakukan penembakan senjata milik Joshua ke arah tembok agar seolah-olah terjadi tembak-menembak.

5. Motif Ferdy Sambo melakukan perbuatan tersebut karena marah dan emosi setelah mendegar laporan dari Putri Candrawathi terkait peristiwa di Magelang yang dianggap mencederai harkat dan martabat keluarga. (*)

Load More