SUARA DENPASAR – Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang sempat diprotes sejumlah ulama sudah berubah menjadi Mbah Amir Ngarit Suket. Hal itu ditegaskan Ferdi Aziz, sang pencipta lagu ini.
“Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet sudah saya ubah jadi Mbah Amir Ngarit Suket,” kata Ferdi Aziz ketika dihubungi SuaraDenpasar, Sabtu (27/8/2022).
Secara keseluruhan, lagu ini tidak ada perubahan. Hanya pada baris Joko Tingkir Ngombe Dawet menjadi Mbah Amir Ngarit Suket. Judul lagunya pun berubah menjadi Mbah Amir Ngarit Suket.
Ditanya apabila nanti orang bernama Amir protes karena lagu ini, Ferdi sedikit tertawa. Dia kemudian mengatakan, bahwa Amir itu nama tetangganya.
“Karena itu (Mbah Amir) tetangga saya. Dia itu punya ternak. Dia ngarit suket (memotong rumput) untuk ternaknya,” terang bapak dua anak ini.
Bahkan, lagu Mbah Amir Ngarit Suket ini sudah dia upload di channel Youtube Tama Halu 008. Judulnya Mbah Amer Ngarit Suket. Linknya ada di bawah artikel ini.
Soal lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang sudah telanjur dicover oleh banyak penyanyi lain, termasuk dinyanyikan anaknya, Banu Abdu Pratama (Tama) melalui Sandi Records Digital di Banyuwangi, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena itu kebijakan masing-masing.
“Kalau yang lirik lama, saya gak sampai ke sana. Lagu itu liriknya udah ada yang ngotrak,” terang pria berusia 31 tahun ini.
Sekadar diketahui, lagu Joko Tingir Ngombe Dawet sempat yang sedang hits mendapat protes dari sejumlah ulama. Di antaranya adalah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Alasannya, nama Joko Tingkir merupakan nama ulama besar dan raja pertama Kerajaan (Kesultanan) Pajang.
Baca Juga: Livescore BRI Liga 1: Bali United Bantai Persik Kediri 4-0
“Iki sopo sing ngarang. Ngawur. Ndang dituturi sing ngarang. Iki dudu jeneng sembarangan iki. Jadi Joko Tingkir itu Sultan Hadiwijaya. Ramanipun, Pangeran Benowo. Mantu Sultan Trenggono. Murid ipun jeng Sultan Kali Jogo, ulama gede,” kata KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq melalui channel Youtube Gus Muwafiq Official.
Artinya, “Ini siapa yang mengarang. Ngawur. Cepat dikasih tahu yang mengarang. Ini bukan nama sembarangan ini. Jadi, Joko Tingkir ini Sultan Hadiwijaya. Ayahnya Pangeran Benowo, menantu Sultan Trenggono dan muridnya Sunan Kalijaga. Ulama besar.”
Ferdi Aziz pun meminta maaf karena tidak tahu bahwa Joko Tingkir adalah nama ulama besar dan raja Pajang. Permintaanya disampaikan melalui channel Youtube Tama Halu 008 pada 19 Agustus 2022 lalu.
“Kulo (saya, red) mohon maaf, nggih (ya), kulo mboten ngertos (saya tidak tahu) sama sekali bahwa beliau (Joko Tingkir) niku (itu) ulama besar,” kata pria asal Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Lampung ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Terjadi Lagi, Gajah Mati Ditemukan di TNTN: Diduga Akibat Infeksi Terkena Jerat
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini