Suara Denpasar - Tiga wilayah di Indonesia sangat rentan tenggelam akibat perubahan iklim. Tiga wilayah itu adalah pesisir Maluku dengan 1.064 desa, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 1.018 desa, dan Sulawesi Tengah yang meliputi 1.011 desa.
"Desa-desa di wilayah lain seperti Bali 175 desa, NTB 297 desa, Sulawesi Utara 783 desa, Sulawesi Tengah 297 desa, Sulawesi Selatan 527 desa, Sulawesi Tenggara 954 desa, Gorontalo 201 desa, Sulawesi Barat 152 desa, Maluku Utara 934 desa, Papua Barat 570 desa dan Papua 662 desa juga tidak luput dari ancaman krisis iklim," papar Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Eksekutif Nasional WALHI Paris Ridwanudin dalam diskusi yang digelar Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada Kamis (1/9/2022) di Hotel Amaris, Denpasar.
Ancaman perubahan iklim ini dampaknya mengalami perang. Apalagi untuk wilayah Indonesia Timur yang akan mengalami penyusutan daratan. "Krisis iklim telah mengancam tenggelamnya ribuan desa pesisir," ujarnya.
Sayangnya, pemerintah dinilai belum melakukan langkah penyelamatan lewat mall adaptasi. Apalagi, dampak perubahan iklim akan makin diperparah dengan ekspansi industri kreatif ke wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Selain itu juga akibat adanya penambangan atau industri sejenis. "Masyarakat pesisir yang hidupnya tergantung pada sumber daya pesisir dan laut kehilangan ruang hidupnya akibat ekspansi tambang nikel," contoh dia.
"Kita mendorong bencana itu tidak hanya alam dan non alam, tapi memasukkan bencana industri. Sehingga warga punya hak untuk menggugar korporasi dan pemerintah yang memberikan izin," tutup dia.
Jadi, pihaknya mendorong RUU perubahan iklim, merevisi UU Kebencanaan serta disahkan RUU masyarakat adat. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
John Herdman Pusing Cari Kiper Ketiga Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Bongkar Sikap Presiden, Habiburokhman: Kader Sendiri Ditangkap Pun Pak Prabowo Tak Intervensi
-
Izin Berbelit-belit Masih Hambatan Proyek Migas
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Besar
-
Padahal Miliki Rekening Bank Itu Penting, Tapi 15 Juta Orang Masih Simpan di Bawah Kasur
-
Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?
-
Asian Games 2026: Tim Indonesia Tak Hanya Tinggal di Kampung Atlet, tapi Juga Hotel dan Kapal Pesiar
-
Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri
-
RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 18 Hari
-
Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus