SUARA DENPASAR – Karier Kompol Chuck Putranto, anak jenderal polisi itu seakan terhenti. Dia divonis pecat alias pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang kode etik Polri, Jumat (2/9/2022). Karier yang dibangunnya sejak lulus Akpol 2006 lenyap gara-gara ikut Geng Sambo alias mengikuti perintah atasannya, Ferdy Sambo.
Diketahui, Kompol Chuck Putranto sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Sedangkan Irjen Pol Ferdy adalah Kadiv Propam Polri. Keduanya sudah dicopot dari jabatannya, dan kini hanya masuk kotak di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.
Bahkan, keduanya saat ini dalam posisi ditahan. Ferdy Sambo selain diguga sebagai otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua, juga diduga melakukan obstruction justice atau menghalangi penyidikan bersama sejumlah anak buahnya, termasuk Kompol Chuck Putranto.
Peran Kompol Chuck Putranto dalam perkara obstruction of justice pun sudah sempat dijelaskan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Asep Edi Suheri pada 19 Agustus 2022.
Brigjen Asep Edi menyebutkan, Kompol Chuck Putranto bersama Kompol Baiquni Wibowo, dan AKBP Arif Rachman Arifin berperan menerima perintah untuk melakukan pemindahan, transmisi dan melakukan perusakan DVR CCTV.
Ketiganya itu mendapat perintah dari atasannya, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Kombes Pol Agus Nurpatria.
Ferdy Sambo hingga Kompol Chuck Putranto pun dijerat menggunakan Pasal 32 dan Pasal 33 UU ITE, Pasal 221, Pasal 223 KUHP, Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam pidana 10 tahun penjara.
“Ancamannya lumayan tinggi,” kata Asep Edi kala itu.
Jauh sebelum menjadi pesakitan di Sidang Kode Etik Polri, Kompol Chuck Putranto melalui proses menjadi polisi dari jenjang elit. Yakni melalui Akpol dan tamat tahun 2006. Bukan hanya jenjang elit saja, dia juga memiliki orang tua yang juga seorang jenderal polisi.
Ayahnya adalah Brigjen (Purn) Tri Utoyo. Kini sudah almarhum. Bukan hanya dia, adiknya, Bayu Putra Semara, juga seorang perwira polisi. Saat ini Bayu Semara yang selisih dua tahun dari Kompol Chuck Putranto juga menyandang pangkat Kompol dan bertugas sebagai Kasubdit Jatanras Polda Sumut.
Bicara soal ayah dari Chuck Putranto, memang sudah meninggal dunia pada 27 Oktober 2018. Jabatan yang pernah diemban sang ayah salah satunya adalah sebagaimana tercatatn, pada 2010 dia masih menjadi Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Utama Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN RI adalah Komjen Gories Mere.
Brigjen Tri Utoyo memiliki empat anak. Dua anaknya yang nomor 2 dan 3 menjadi polisi, mengikuti jejak sang ayah. Yakni Chuck Putranto dan Bayu Putra Samara. Kompol Chuck Putranto lahir di Torata Sulawesi Selatan, 7 Maret 1984. Sedangkan adiknya, Kompol Bayu Putra Samara berusia dua tahun lebih muda.
Ini terungkap dari putusan pengadilan terkait ahli waris Tri Utoyo. Ahli waris itu jatuh ke istrinya, Connie Madika, dan keempat anaknya.
Setelah lulus dari Akpol 2006, Chuck Putranto pun cenderung di bidang reserse. Lima tahun kemudian, dia menjadi Kapolsek Manggar di Polres Belitung Timur (2011). Saat itu dia sudah berpangkat Iptu.
Ia pernah tergabung dalam Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Satgas ini di bawah Bareskrim Polri. Saat itu, Ferdy Sambo juga ada di Dittipdum Bareskrim Polri.
Dia kemudian menjadi Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, hingga Kepala Sub Unit II Sub Direktorat III Dirtipdum Bareskrim Polri apda 2016. Dia ikut menangani kasus perdagangan ginjal manusia.
Terakhir dia ikut Ferdy Sambo sebagai PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri. Namun, anak jenderal itu pun berada di ujung tanduk. Karier yang dibangunnya sejak 16 tahun lalu seakan sirna gara-gara ikut perintah Ferdy Sambo. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Brigjen Tri Utoyo, Ayah Kompol Chuck Putranto, Anak Buah Gories Mere di BNN, Punya Menantu Kapolres
-
Kompol Chuck Putranto Anak Buah Ferdy Sambo Dipecat, Hasil Sidang Komisi Etik Polri
-
Sosok AKP Irfan Widyanto, Tersangka Ke-7 Obstruction of Justice Gegara Ferdy Sambo, Akpol Terbaik 2010
-
GENG SAMBO! Brigjen Hendra, Kombes Agus, AKBP Arif, Kompol Baiquni dan Kompol Chuck Terancam
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
5 Sunscreen Anti Aging Terbaik untuk Mencegah Kerutan di Usia 30-an sesuai Review dan Harga
-
Febri Diansyah Sebut Penahanan Eks Jampidsus Tak Sah, Bakal Ajukan Praperadilan?
-
Dinamika Pasar Aset Kripto Warnai Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada Kuartal II-2026