SUARA DENPASAR – Kasus penganiayaan dan perampokan dengan korban seorang perempuan di sebuah kos elit di Kuta menguak fakta menarik. Antara pelaku bernama Nurkholis dan korban berinisial PLS ternyata baru kenal sehari lewat medsos (media sosial), dan langsung berkencan.
Hal itu diungkap Kapolsek Kuta, AKP Yogie Pramagita di Mapolsek Kuta, Senin (5/9/2022). Dia menjelaskan, antara pelaku dan korban sebetulnya baru berkenalan sehari sebelum kejadian.
Singkat cerita, tutur AKP Yogie Pramagita, keduanya berkenalan lewat media sosial. Cuma, Kapolsek tidak menjelaskan pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial. Apakah MiChat atau bukan.
Yang jelas, setelah berkenalan lewat medsos, keduanya langsung janjian untuk bertemu. Disepakati pertemuan digelar di kos korban, sebuah kos elit kamar B.7 Syloam Residence Jalan Merdeka Raya, Nomor 8 Kuta, Badung pada Minggu (4/9/2022).
Di dalam kos elit tersebut sana mereka melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.
"Usai berhubungan badan, saat masih di kasur, tiba-tiba pelaku membekap korban," kata Kapolsek Kuta, AKP Yogei Pramagita di Polsek Kuta, Senin (5/9/2022).
Kemudian Nurkholis menganiaya korban hingga mengalami luka di sejumlah tubuhnya.
Tidak cukup di sana, pelaku juga meminta uang Rp500 ribu kepada korban. Pelaku menyuruh korban mengambil uang di laci yang ternyata hanya ada uang Rp300 ribu.
Tidak puas dengan jumlah uang yang didapat, Nurkholis meraih dompet milik korban dan mengambil uang di dalamnya sebanyak Rp1 juta. Korban juga diancam untuk diam. Jika teriak akan dihabisi.
Baca Juga: Warga Bebandem Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri di Setra, Diduga Karena Ini
Setelah mengambil uang milik korban, Nurkholis memesan taksi online. Saat itu juga korban berteriak meminta tolong. Akhirnya Satpam dan beberapa penghuni kos datang dan membekuk Nurkholis dan menyerahkan kepada Polsek Kuta.
“Pelaku sendiri baru sehari datang dari Jakarta untuk bekerja sebagai ABK kapal ikan di Pelabuhan Benoa,” kata AKP Yogie.
Mengenai pekerjaan korban sehingga begitu mudahnya sehari berkenalan lewat medsos lalu langsung mau diajak berkencan, AKP Yogie mengaku masih melakukan pendalaman. Apalagi ada ketidakwajaran dalam hubungan mereka, mengingat pelaku seorang ABK kapal ikan, sedangkan korban indekos di sebuah kos elit. (MNP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Sinopsis Tokyo Middle 30, Drama Jepang yang Dibintangi Riisa Naka
-
Anime Aksi SAKAMOTO DAYS Season 2 Umumkan Tayang Januari 2027 di Netflix
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?