/
Senin, 05 September 2022 | 20:26 WIB
Nurkholis, penganiaya dan perampok wanita teman kencannya di Kuta. (SuaraDenpasar/MNP)

SUARA DENPASAR – Kasus penganiayaan dan perampokan dengan korban seorang perempuan di sebuah kos elit di Kuta menguak fakta menarik. Antara pelaku bernama Nurkholis dan korban berinisial PLS ternyata baru kenal sehari lewat medsos (media sosial), dan langsung berkencan.

Hal itu diungkap Kapolsek Kuta, AKP Yogie Pramagita di Mapolsek Kuta, Senin (5/9/2022). Dia menjelaskan, antara pelaku dan korban sebetulnya baru berkenalan sehari sebelum kejadian.

Singkat cerita, tutur AKP Yogie Pramagita, keduanya berkenalan lewat media sosial. Cuma, Kapolsek tidak menjelaskan pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial. Apakah MiChat atau bukan.

Yang jelas, setelah berkenalan lewat medsos, keduanya langsung janjian untuk bertemu. Disepakati pertemuan digelar di kos korban, sebuah kos elit kamar B.7 Syloam Residence Jalan Merdeka Raya, Nomor 8 Kuta, Badung pada Minggu (4/9/2022).

Di dalam kos elit tersebut sana mereka melakukan hubungan badan layaknya suami-istri. 

"Usai berhubungan badan, saat masih di kasur, tiba-tiba pelaku membekap korban," kata Kapolsek Kuta, AKP Yogei Pramagita di Polsek Kuta, Senin (5/9/2022). 

Kemudian Nurkholis menganiaya korban hingga mengalami luka di sejumlah  tubuhnya.

Tidak cukup di sana, pelaku juga meminta uang Rp500 ribu kepada korban. Pelaku menyuruh korban mengambil uang di laci yang ternyata hanya ada uang Rp300 ribu.

Tidak puas dengan jumlah uang yang didapat, Nurkholis meraih dompet milik korban dan mengambil uang di dalamnya sebanyak Rp1 juta. Korban juga diancam untuk diam. Jika teriak akan dihabisi.

Baca Juga: Warga Bebandem Bali Ditemukan Tewas Gantung Diri di Setra, Diduga Karena Ini

Setelah mengambil uang milik korban, Nurkholis memesan taksi online. Saat itu juga korban berteriak meminta tolong. Akhirnya Satpam dan beberapa penghuni kos datang dan membekuk Nurkholis dan menyerahkan kepada Polsek Kuta.

“Pelaku sendiri baru sehari datang dari Jakarta untuk bekerja sebagai ABK kapal ikan di Pelabuhan Benoa,” kata AKP Yogie.

Mengenai pekerjaan korban sehingga begitu mudahnya sehari berkenalan lewat medsos lalu langsung mau diajak berkencan, AKP Yogie mengaku masih melakukan pendalaman. Apalagi ada ketidakwajaran dalam hubungan mereka, mengingat pelaku seorang ABK kapal ikan, sedangkan korban indekos di sebuah kos elit. (MNP)

Load More