/
Selasa, 06 September 2022 | 12:53 WIB
Kolase, Ferdy Sambo saat menjadi Kadiv Propam Polri. Di belakangnya ada jenderal top. Dari kiri, Timur Pradopo, Badrodin Haiti, Tito Karnavian, Idham Aziz, Listyo Sigit Prabowo, Pieter Sambo. (Antara/ Perpusnas)

Lebih lanjut, pada 2010 Ferdy menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Kariernya tak terbendung. Saat Timur Pradopo yang mantan atasannya di Polda Metro Jaya jadi Kapolri, Ferdy dipercaya menerima tongkat komando sebagai Kapolres Purbalingga pada 2012.

Kariernya terus meroket dengan menjadi Kapolres Brebes pada 2013 sampai 2015. Pada 2014, Badrodin Haiti menjadi Wakapolri, kemudian menjadi Kapolri pada 2015.

Jenderal Tito Karnavian

Ferdy Sambo (kiri) saat mendampingi Kapolri Tito Karnavian sebagai Koorspripim Polri. (sumber: Antara)

Saat Badrodin Haiti jadi Kapolri, dia geser sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya dari 2015-2016. Sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya waktu itu adalah Krishna Murti. Pada tahun itu, Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro Jaya. Seperti disebut di atas, Tito adalah mantan atasan Ferdy Sambo di Polres Jakarta Timur pada tahun-tahun awal jadi polisi.

Tak berselang lama, pada 13 Juli 2016, Tito Karnavian diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri. Ferdy Sambo pun merapat ke Mabes Polri. Dia mendapat jabatan sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2016), kemudian geser lagi sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri (2016–2018).

Karier Ferdy Sambo makin moncer ketika Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengangkatnya sebagai Koorspripim (Koordinator Staf Pribadi Pimpinan) Polri pada 2018. 

Jabatan Koorspripim Polri tergolong jabatan mentereng. Koorspripim Polri adalah ring satu Kapolri. Ke mana pun Kapolri pergi maka Spripim akan mendampingi. 

Jenderal Idham Aziz 

Saat tongkat komando dari Jenderal Tito berpidah Jenderal Idham Aziz, Ferdy Sambo masih sempat menjadi Koorspripim Polri. Tapi tidak lama. Ia mendapat “hadiah” sebagai Direktur Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri pada 2019 sampai 2020. 

Jenderal Idham Aziz kemudian mempromosikan Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam Polri pada 2020. Sebagai Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo pun meraih bintang dua atau Irjen pada 16 November 2020 dalam usia 47 tahun. Dia adalah jenderal bintang dua termuda.

Baca Juga: Sosok Ayah-Ibu Kompol Chuck Putranto: Brigjen Tri Utoyo asal Jember, Connie Madika asal Toraja

Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kembali ke tahun 2019, kala Ferdy Sambo menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri, patut diketahui bahwa Kepala Bareskrim Polri adalah Komjen Listyo Sigit Prabowo. Kelak, Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri pada 2021. Dia masih bertahan sebagai Kadiv Propam Polri di era Jenderal Listyo Sigit.

Sampai akhirnya terjadilah peristiwa kematian Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, pada 8 Juli 2022. Sepuluh hari kemudian, yakni 18 Juli 2022 dia dinonaktifkan dari Kadiv Propam Polri.

"Saya putuskan bahwa mulai hari ini, mulai malam ini, jabatan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam saat ini kita nonaktifkan,” kata Jenderal Listyo di Mabes Polri, 18 Juli 2022.

Bukan hanya dinonaktifkan, pada 5 Agustus 2022, dia resmi dicopot dari jabatan Kadiv Propam Polri. Ini seiring dengan pemeriksaan Ferdy Sambo di Bareskrim Polri. Belakangan, saat RDP Kapolri dengan Komisi III DPR RI, diketahui bahwa pencopotan ini seiring dengan pengakuan Bharada E bahwa  dia disuruh menembak Brigadir Joshua, sekaligus membuyarkan skenario awal tentang kematian Brigadir Joshua sebagai kejadian tembak-menembak.

Karier Ferdy Sambo makin suram setelah 29 Agustus 2022 lalu, sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan Ferdy Sambo dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Sekalipun, Ferdy menyatakan banding atas putusan tersebut.

Load More