- Gangguan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi, menyebabkan terputusnya aliran listrik pada jaringan interkoneksi Sumatra.
- Direktur PUSKEPI menegaskan pemulihan listrik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas sistem serta keamanan jaringan.
- PLN dinilai telah transparan dalam memberikan informasi terkini mengenai perkembangan proses pemulihan listrik kepada seluruh masyarakat.
Suara.com - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria menilai proses pemulihan listrik di Sumatra pascagangguan jaringan interkoneksi memang tidak bisa dilakukan secara instan.
Pemulihan listrik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan agar tidak memicu gangguan lanjutan.
Ia menjelaskan, dalam sistem kelistrikan berskala besar seperti Sumatra, proses normalisasi membutuhkan tahapan yang hati-hati. Hal itu berkaitan dengan mekanisme pengamanan jaringan yang bekerja otomatis saat terjadi gangguan pada jalur utama transmisi.
"Dalam sistem sebesar Sumatra, pemulihan memang harus dilakukan secara hati-hati agar jaringan kembali stabil sebelum seluruh pasokan listrik dinormalkan" ujar Sofyano dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa gangguan terjadi pada transmisi 275 kV di wilayah Muara Bungo, Jambi. Gangguan tersebut berdampak pada jaringan interkoneksi kelistrikan Sumatra sehingga memicu terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Menurut Sofyano, ketika gangguan terjadi pada jaringan utama, sistem proteksi akan langsung bekerja untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap sistem kelistrikan lainnya. Karena itu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan sekaligus.
Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa dalam kondisi gangguan kelistrikan berskala besar, percepatan pemulihan harus tetap mempertimbangkan keamanan jaringan secara keseluruhan.
"Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab gangguan dan proses pemulihan yang sedang berjalan. Saya melihat PLN cukup terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan hingga pasokan listrik berangsur kembali normal," imbuhnya.
Selain faktor teknis, Sofyano juga menyoroti tantangan pengelolaan jaringan listrik nasional yang dipengaruhi kondisi cuaca dan faktor alam. Menurut dia, tantangan tersebut membuat pengelolaan transmisi dan distribusi listrik membutuhkan kesiapan sistem yang semakin kuat.
Baca Juga: Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
Karena itu, ia menilai penyampaian informasi perkembangan pemulihan secara berkala menjadi penting agar masyarakat memahami kondisi di lapangan.
"Yang terpenting saat ini adalah memastikan pasokan listrik kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini