/
Kamis, 08 September 2022 | 15:27 WIB
Ilustrasi golongan darah (Suara.com)

Suara Denpasar - Golongan darah manusia dikelompokkan menjadi beberapa tipe. Ada golongan darah O, A, B, dan AB.

Umumnya manusia di dunia memiliki golongan darah O dan golongan darah ini dikenal sebagai golongan darah universal ke semua golongan darah Rhesus positif.

Selain menjadi golongan darah yang universal dan paling banyak ada di bank darah. Pemilik golongan darah ini juga diketahui sulit kena stroke dini.

Studi diungkap peneliti University of Maryland School of Medicine ( UMSOM ) seperti dikutip dari suara.com. Hasil penelitian dalam jurnal Medical Daily itu mempelajari profil genetik orang-orang dan kemungkinan kontribusinya terhadap risiko stroke dini (EOS) atau stroke yang terjadi sebelum seseorang mencapai usia 60 tahun.

Dari analisa 48 studi berbeda yang mengamati EOS pada orang berusia 18-59 tahun. Secara total, ada 16.730 kasus EOS. "Ditemukan hubungan yang signifikan antara EOS dan bagian dari kromosom yang menentukan golongan darah.

EOS cenderung dihadapi mereka dengan golongan darah A. Sementara golongan darah O lebih kecil kemungkinannya," begitu paparan dalam jurnal penelitian tersebut.

Pemilik golongan darah O memiliki risiko stroke 12 persen lebih rendah dibandingkan golongan darah lain. Sedangkan golongan darah A resikonya 16 persen lebih tinggi.

"Kami belum tahu mengapa golongan darah A akan memberikan risiko yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel yang melapisi pembuluh darah serta protein lainnya,," sebut peneliti utama studi Steven Kittner.

Selain itu kebiasaan hidup juga membuat seseorang rentan terkena stroke dini. Seperti merokok, minuman keras, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Surya Darmadi Pemilik PT Duta Palma Rugikan Keuangan Negara Rp73,92 Triliun

Selain itu menurut Harvard School of Public Health, pemilik darah golongan O memiliki resiko 23 persen lebih rendah terhadap serangan jantung.

Begitu juga dengan banyaknyabgray matter di otak daripada golongan darah lainnya. Pemilik golongan darah O juga lebih rendah terkena demensia dan alzheimer. ***

Load More