Suara Denpasar - Bharada E alias Richard Eliezer menjalani terapi pemulihan trauma akibat kasus pembunuhan Brigadir J yang membelitnya bersama Ferdy Sambo.
Bharada E adalah saksi kunci yang membuka kasus ini sehingga membuat Ferdy Sambo dijadikan tersangka utama kasus pembunuhan berencana tersebut.
Bharada E yang dalam pengakuannya turut menghabisi korban atas perintah Ferdy Sambo ini kondisinya dalam keadaan tertekan.
Bahkan rasa trauma masih menghinggapi Bharada E meskipun sudah dua bulan kasus pembunuhan ini berlalu.
Rasa trauma ini sempat terlihat saat Bharada E mengikuti proses rekonstruksi di rumah Ferdy Sambo Duren Tiga Jakarta Selatan yang digunakan sebagai TKP.
Bharada E sempat gemetar tangannya saat diminta untuk memperagakan adegan penembakan.
Mantan ajudan Ferdy Sambo ini juga terlihat terduduk lemas usai diminta merekonstruksi penembakan Brigadir J.
Kini kondisi terkini, untuk memulihkan rasa trauma berat atas kasus ini, Bharada E harus secara rutin dilakukan pendampingan dan pemulihan psikologi.
Terbaru Bharada E diterapi untuk memulihkan trauma selama 1,5 jam.
Baca Juga: Korban Pencabulan Calon Pendeta di Alor Bertambah Jadi 12 Orang, Umurnya 13 sampai 19 Tahun
Hal ini seperti disampaikan oleh pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Ronny Talapessy.
Secara bertahap kondisi kliennya mulai menunjukkan ketenagan dan lebih stabil dibanding masa-masa awal ditahan.
Kini kata dia, kliennya lebih religius dengan mendekatkan diri ke Tuhan dengan ibadah-ibadahnya.
Namun, perlu waktu untuk benar-benar Bharada E bisa pulih dari trauma kasus tersebut.
"Kita kemarin melakukan asesement psikolog, terus ada tahapannya kita juga terapi. Kalau kemarin terapinya itu 1,5 jam terapi soal traum," kata Ronny dilansir pada laman suara pada Minggu (11/9/2022).
Kini berkas kasus Bharada E masih dilengkapi oleh penyidik Mabes Polri yang sebelumnya sudah membentuk tim khusus kasus ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Keterangan Saksi Mahkota Perkuat Dugaan Kasus Pemerasan Abdul Wahid
-
AceKid, Sufor Pertama di Indonesia yang Terbuat dari Susu Segar
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP BPK, Ketua DPRD Sastra Winara: Ini Bukti Nyata
-
Air Mata Shanty Pecah, Trailer Film Baru Bawa Kenangan Tentang Ibunya
-
Kaltim Resmi Buka Penerbangan Rute Samarinda-Melak, Segini Tarifnya
-
Dipanggil KPK Terkait Dugaan Pemerasan, Kajari Medan: Dipanggil Tuhan Pun Siap
-
SF Hariyanto Perintah Kadis PUPR Riau ke Lapangan: Jangan Hanya Terima Laporan
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Transaksi Pakai Bitcoin, Jaringan Vape Narkoba 'Labubu' Asal Singapura Digulung di Medan